Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Perubahan Iklim Juga Ikut Andil dalam Robohnya Jembatan Jembrana
Selasa, 26 Januari 2016,
11:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain kurangnya pemeliharaan, robohnya jembatan di Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali, juga disebabkan oleh perubahan iklim.
"Perubahan iklim serta perubahan ekosistem dan tata guna lahan mengakibatkan perubahan pada sifat dan aliran sungai. Ini juga menjadi salah satu penyebab robohnya jembatan,"ujar jelas Ahli infrastruktur jalan, Susalit Alius CES, (26/1/2016).
Terkait pembangunan jembatan yang baru, Susalit mengatakan sebaiknya jembatan baru dibangun lebih lebar dibanding jembatan yang ada sebelumnya.
"Dibuat lebih lebar, dengan menempatkan kepala jembatan mundur ke belakang serta tanpa tiang tengah,"jelasnya.
Sedangkan untuk mengatasi kemacetan pasca robohnya jembatan, Susalit mengatakan untuk sementara waktu bisa dibangun jembatan darurat.
"Untuk saat ini yang bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah kendaraan atau truk besar yang dari datang Jawa tujuan ke Lombok. Sebaiknya langsung saja lewat jalur laut,"katanya.
Jembatan Darurat
Pasca ambruknya Jembatan Dangin Tukadaya di Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali, pihak Balai Pelaksana Jalan Wilayah Delapan Nusra (Bali, NTB dan NTT) berencana akan segera membangun Jembatan Belly atau Jembatan darurat.
"Sebagai langkah darurat, kami akan membangun Jembatan Belly. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai jalan wilayah 5 Surabaya," ucap Saiful Anwar, Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah 8 Nusra, Minggu (24/1/2015).
Saiful memperkirakan rangka Jembatan Belly akan tiba di wilayah Negara, Jembrana dalam waktu lima hari ke depan. Dengan dibangunnya jembatan darurat sehingga dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan, termasuk bus dan truk besar.
“Kami sudah pesan dan hari ini sedang persiapan, besok pagi sudah berangkat dari Jawa Timur. Saya harap tibanya tidak sampai dari lima harilah," ungkap Saiful.
Ia menerangkan jika membangun jembatan belly tidak akan memerlukan waktu lama. Ia mengaku yang akan memerlukan waktu cukup lama adalah membangun jembatan permanen yang bisa memerlukan waktu hingga 7 bulan kedepan, usai melakukan investigasi dan survey.
Terkait ambruknya jembatan yang menghubungkan ruas jalan nasional Gilimanuk-Denpasar itu ia menduga telah terjadi pergeseran struktur pasca perbaikan disebelah kiri dan kanan jembatan.
Ia juga menduga telah terjadi pergeseran pada pilar tengah dan gesekan secara alami pada pilar yang lain, mengingat dalam dua hari ini belakangan ini wilayah Jembrana diguyur hujan deras.
"Kita lakukan investigasi dan survey dulu. Baru kita bawa dalam rapat, apakah dibongkar semua atau diperbaiki. Apalagi jembatan ini sudah cukup lama sekitar tahun 1972," tandasnya.
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026