Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ayah Sesangi 10 Ekor Guling Jika Kadek Agus Ditemukan Selamat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Di tengah penantian kabar keberadaan putranya yang hilang saat memancing di Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, I Wayan Suta (45) menyimpan harapan besar agar anak keduanya, I Kadek Agus Mahendra (21), ditemukan dalam keadaan selamat.
Sebagai bentuk harapan dan ungkapan syukur, ia bahkan berjanji menghaturkan sesangi berupa 10 ekor guling jika putranya berhasil ditemukan selamat.
Senin (26/10/2026) sore, Wayan Suta telah menunggu sekitar 30 jam sejak Agus dilaporkan terjatuh ke laut pada Minggu (25/10/2026). Tatapan sang ayah terus tertuju ke tengah laut, menanti kabar yang bisa mengakhiri kecemasan keluarganya.
"Kalau putra saya ditemukan selamat, saya mesesangi 10 ekor guling," ucap lelaki asal Banjar Pande, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung itu.
Di tengah ketidakpastian, keluarga terus berupaya melalui berbagai cara, baik secara sekala maupun niskala. Salah satunya dengan menghaturkan banten pengulap sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar Agus segera ditemukan.
Memasuki hari kedua pencarian, keberadaan pemuda berusia 21 tahun tersebut belum diketahui. Tim SAR gabungan terus menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian, bahkan memperluas pencarian dengan mengerahkan helikopter untuk memantau wilayah dari udara.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengatakan pencarian hari kedua melibatkan 42 personel gabungan dari Basarnas Karangasem, BPBD Karangasem, serta unsur TNI/Polri.
"Pada pencarian hari kedua ini, kami melibatkan helikopter," ungkap Handika, Senin (26/10/2026).
Selain menggunakan helikopter, tim SAR melakukan penyisiran perairan dengan rubber boat. Wilayah pencarian diperluas dari Pantai Jasri hingga Candidasa untuk menjangkau area yang lebih luas.
Meski berbagai upaya dilakukan, pencarian menghadapi sejumlah kendala. Ombak di sekitar pantai cukup besar, sementara cuaca sempat mendung pada pagi hari sehingga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.
Di sisi lain, keluarga masih bertahan di sekitar Pantai Bukit Asah, berharap Agus segera ditemukan. Bagi Wayan Suta, penantian tersebut terasa semakin berat karena ia mengaku sempat melarang putranya pergi memancing pada hari kejadian.
Sang ayah mengatakan larangan itu disampaikan karena bertepatan dengan Purnama dan Kajeng Kliwon. Saat itu, keluarga juga sedang melaksanakan kegiatan ngeruwak sanggah di rumah.
"Saya sudah tegur dan larang mancing karena Purnama dan Kajeng Kliwon. Kami keluarga di rumah ada ngeruwak sanggah. Tapi, dia dicari temannya dan berangkat mancing sekitar jam 5 pagi," tutur Wayan Suta.
Agus diketahui memiliki hobi memancing. Bahkan, beberapa hari sebelum kejadian, ia sempat mendapatkan ikan seberat 19 kilogram di lokasi yang sama. Pada malam sebelum berangkat, Agus juga sempat meminta bantuan ayahnya untuk menggulung senar pancing yang akan digunakan.
Kabar hilangnya Agus pertama kali diterima Wayan Suta ketika dirinya sedang berada di pasar. Seorang teman Agus menelepon dan memberitahukan bahwa putranya terjatuh. Setelah kembali ke rumah, ia mendapat informasi lebih jelas dari paman dan sepupu bahwa Agus terjatuh ke laut dan hilang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 Wita, Minggu (25/10/2026), saat Agus memancing bersama dua rekannya di kawasan Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem.
Hingga Senin sore, operasi pencarian masih berlangsung. Keluarga berharap upaya tim SAR gabungan segera membuahkan hasil dan membawa kabar tentang keberadaan Agus.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan