Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Menyambut Saraswati, Denpasar Lestarikan Tiga Naskah Lontar Kuno
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Denpasar melestarikan naskah kuno atau lontar sekaligus memperkuat literasi budaya Bali dalam rangka menyambut Hari Suci Saraswati pada 31 Oktober 2026 mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Umum Kota Denpasar, Senin (26/10/2026), ini menjadi upaya menjaga warisan pengetahuan leluhur sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap aksara dan tradisi Bali.
Program tersebut dilaksanakan melalui Program Pelestarian Koleksi Nasional dan Naskah Kuno, khususnya pelestarian naskah kuno milik daerah kabupaten/kota.
Dalam kegiatan ini, Disperpusip Kota Denpasar melakukan konservasi terhadap tiga cakep lontar, yakni Budha Kecapi, Sila Kramaning Aguron-guron, dan Dharma Pamaculan dengan angka tahun 1991. Konservasi dilakukan untuk menjaga kondisi fisik naskah sekaligus mempertahankan pengetahuan yang terkandung di dalamnya.
Selain konservasi, kegiatan juga diisi dengan praktik menulis aksara Bali di atas lontar atau nyurat aksara Bali. Sebanyak 25 siswa SMP Negeri 2 Denpasar mengikuti kegiatan tersebut dengan tema perjuangan yang bersumber dari penggalan cerita pendek berbahasa Bali.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan pelestarian naskah kuno tidak hanya berfokus pada perawatan fisik, tetapi juga menjaga isi, nilai, dan pengetahuan yang diwariskan melalui lontar.
Baca juga:
DAK Disbudpar Buleleng Dipangkas Jadi Rp600 Juta, Pelestarian Lontar Tetap Jadi Prioritas
“Pelestarian naskah kuno tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisiknya, tetapi juga dengan isi yang terkandung di dalam naskah atau lontar tersebut. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya merawat sekaligus mengenali nilai pengetahuan yang diwariskan melalui lontar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian naskah kuno merupakan langkah penting untuk memastikan warisan pengetahuan leluhur tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Upaya tersebut dilaksanakan melalui Bidang Deposit dan Pengembangan Perpustakaan.
Melalui program ini, Perpustakaan Umum Kota Denpasar diharapkan semakin berperan sebagai ruang belajar, pusat informasi, sekaligus sarana rekreasi edukatif yang memperkenalkan masyarakat pada kekayaan budaya Bali.
Baca juga:
Badung Digitalisasi Ratusan Lontar Kuno
Disperpusip Kota Denpasar juga mengembangkan literasi budaya melalui kelas seni metembang, khususnya sekar agung bagi pemula. Kelas tersebut diharapkan dapat menarik minat pelajar dan masyarakat untuk mengenal serta mempelajari tradisi tembang Bali lebih mendalam.
Cokorda Gede Partha Sudarsana berharap rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pelestarian naskah kuno dan pengembangan tradisi literasi Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5963 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4662 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan