Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
KPPB Razia Taksi dan Angkutan Wisata Liar
Selasa, 9 Februari 2016,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Angkutan wisata liar yang marak membuat persaingan usaha menjadi tak sehat. Pasalnya, angkutan wisata liar ini dinilai berpotensi merusak citra pariwisata Bali.
Dinas Perhubungan (Dishub) yang dianggap lamban dalam mengambil tindakan, membuat pelaku pariwisata yang geram dengan keberadaan angkutan wisata liar untuk mengambil tindakan sendiri.
Tindakan geram yang dilakukan sejumlah orang mengatasnamakan Kelompok Peduli Pariwisata Bali (KPPB) akhirnya melakukan aksi sweeping terhadap sejumlah angkutan pariwisata liar di salah satu hotel di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung.
Aksi sweeping ini dipicu ulah angkutan pariwisata liar yang hendak mengangkut sejumlah wisatawan. Aksi saling rebut wisatawan pun sempat terjadi saat beberapa rombongan turis hendak diangkut dan KPPB pun langsung menghadangnya.
"Rombongan turis ini masuk dalam list tamu milik travel agen yang lain, tapi mereka mau angkut ke Lembongan. Saat kami tanya izin travel dan list tamu yang mereka bawa, mereka tidak bisa tunjukkan," ucap David, Koordinator KPPB, Senin (8/2/2016).
Bahkan, perdebatan sengit pun sempat terjadi saat sopir kendaraan pengangkut wisawatan itu mengklaim tamu yang hendak dibawanya itu tamu miliknya. "Ini tamu kita," sahutnya.
Sayang, ia tidak mampu menunjukkan list daftar tamu yang diminta. Akhirnya, sebagian rombongan turis Tiongkok yang hendak berwisata ke Lembongan memanfaatkan angkutan pariwisata liar itu akhirnya batal bepergian.
David menegaskan aksi saling telikung rombongan wisatawan ini kerap terjadi di Bali. Tak hanya merugikan travel agen resmi yang mendatangkan wisatawan itu ke Bali,
ulah sopir-sopir taksi yang kerap menawarkan paket jasa pariwisata ini juga membahayakan industri pariwisata di Bali.
"Kalau turis-turis itu diangkut oleh sopir-sopir taksi liar, lalu terjadi apa-apa di jalan, yang bertanggungjawab adalah travel agent yang membawa mereka ke Bali," tegasnya.
Terkait maraknya aksi telikung wisatawan ini, David mengakui lantaran adanya aksi nakal dari agensi asal Tiongkok yang berdomisili di negeri asalnya. Pasalnya, agensi itu hanya bermodal situs online yang mengobral paket wisata dengan harga miring.
"Yang sering terjadi biasanya rombongan wisatawan Tiongkok. Karena itu nanti kami akan koordinasi dengan asosiasi travel agent Divisi Mandarin. Agensi itu bekerjasama dengan guide-guide liar di Bali," ujarnya.
Selain itu, sambung David, juga adanya sopir-sopir taksi liar yang nakal dengan menawarkan angkutan pariwisata berukuran besar untuk mengantarkan rombongan wisatawan ke obyek wisata.
"Biasanya si turis yang naik taksi itu langsung ditawarkan untuk disediakan transportasi lebih besar, lalu dijemput di hotel tempat mereka menginap. Yang seperti ini lebih rawan karena tidak ada pertanggungjawaban keselamatan terhadap si turis," tandasnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7750 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5630 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026