Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Bongan Tangkal Demam Berdarah dengan Upaya Niskala

Rabu, 6 April 2016, 18:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/nod

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Mewabahnya virus demam berdarah (DB)  di Banjar Bongan Pala,  Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, belakangan ini membuat warga setempat was-was.  Bahkan belasan warganya  sempat dirawat di rumah  sakit karena suspect DB.  Selain menempuh upaya 'sekala' seperti melakukan fogging, upaya 'niskala' juga ditempuh warga setempat  guna  menekan penyebaran virus demam berdarah.
 
Upaya niskala yang ditempuh yakni  dengan menggelar upacara ngelunga-an Penembahan Bethara Lingsir  Pura Sapu Jagat, Bongan Pala. Upacara  yang cukup langka tersebut digelar Rabu (6/4)  bertepatan dengan Tilem Kedasa.
 
Prosesi upacara  dimulai sejak pukul 08.00 Wita diawali dengan berkumpulnya  seluruh krama Banjar Adat Bongan Pala di Balai Banjar setempat. Begitu juga Penembahan Bethara Lingsir  yang berstana di Pura Sapu Jagat diiring ke Balai Banjar. 
 
Setelah prosesi upacara  yang digelar di Balai Banjar, selanjutnya sekitar pukul 9.30 Wita  Penembahan Bethara Lingsir yang diiringi gambelan baleganjur   berjalan  mengelilingi wewidangan (wilayah)  banjar Bongan Pala. Diawali dari depan balai banjar Bongan Pala, kemudian menuju ke arah timur  lalu ke utara. 
Sampai di pertigaan perbatasan Bongan Pala yang juga perbatasan Desa Bongan dengan Desa Delod Peken, Tabanan,  Penembahan Bethara Lingsir belok ke kanan  menuju arah jalan Beji dan Setra Bongan Pala.  
 
Seluruh warga Banjar Bongan Pala yang mengiringi Penembahan Bethara Lingsir kemudian kembali menuju ke Balai Banjar lanjut menuju ke barat perbatasan wilayah Banjar Adat Bongan Pala.   Setelah semua wewidangan Banjar Bongan Pala dikelilingi dan dilalui, Penembahan Bethara Lingsir kemudian kembali distanakan di Pura Sapu Jagat.
 
I Wayan Suarya (58) salah satu tokoh masyarakat Bongan Pala mengatakan, upacara serupa terakhir kali digelar sekitar tahun 1972 silam. Saat itu warga banjar diserang wabah penyakit kolera yang membuat warga was-was. Menyikapi hal itu banjar kemudian menggelar rapat dan menyepakati dilaksanakanlah upacara ngelungaan Penembahan Bethara Lingsir Pura Sapu Jagat.  
 
“Penembahan Bethara Lingsir kemudian lunga (keluar) keliling banjar,” jelasnya.   Setelah dilaksanakan upacara ngelungaan Penembhan Bethara Lingsir, secara berlahan serangan penyakit kolera  mereda.  Suarya  menambahkan,  upacara ngelungaan Penembahan Bethara Lingsir saat ini kembali digelar karena adanya wabah virus demam berdarah. Dikatakan, sebelum pelaksanaan juga telah dilakukan rapat banjar yang kemudian menyepakati untuk mengelar upacara ngelungaan Penembahan Bethara Lingsir. 
 
“Kami meyakini, dengan melaksanakan upacara ngelungaan Penembahan Betara Lingsir , merana (wabah penyakit)  berangsur-angsur mereda,” tandasnya.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami