Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 14 Juni 2026
DPR : Ada Oknum yang Ikut "Bermain" Vaksin Palsu
Senin, 27 Juni 2016,
23:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf menduga ada oknum yang membantu atas beredarnya vaksin palsu sebagaimana dibongkar oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Sebab menurut dia, tidak mungkin kebocoran tersebut tanpa bantuan oknum orang dalam.
"Intinya pasti ada kesalahan dalam tata sistem pembelian barang walaupun bila menurut runutan melalui e-katalog sudah sangat ketat sekali, namun kebocoran-kebocoran bisa terjadi jika ada oknum didalam sistem tersebut," kata Dede di Gedung DPR, Senin (27/6/2016).
Menurut dia, semua pembelian melalui e-katalog dan yang belanja obat-obatan juga melalui sistem online sehingga diketahui secara jelas darimana distributornya, pengiriman dan pemesanannya.Sehingga, hanya bisa terjadi apabila ada oknum yang coba mengambil keuntungan dari sistem tersebut.
"Nah saya belum tau detail siapa pelaku-pelakunya yang katanya ada farmasi, apoteker dan juga sampai ada main mata antara dokter dan rumah sakit serta dinas kesehatan, tapi ini belum jelas," ujar politisi Partai Demokrat ini.
Namun demikian, Dede Yusuf sudah menegaskan kepada Menteri Kesehatan bahwa sekarang yang terpenting menelusuri sudah berapa lama vaksin palsu terjadi dan kemudian apakah berdampak terhadap bayi-bayi atau anak-anak yang mendapat vaksin.
"Karena saya beberapa bulan lalu mendapat laporan tentang seorang anak ketika mendapatkan vaksin, lalu panas tinggi kemudian meninggal. Saya sudah tanyakan dengan Menkes, kami tdak ingin korban itu menggugat negara atas kelalaian negara dalam melakukan suatu pengawasan," jelas dia.
Dede Yusuf juga meminta kepada BPOM untuk menelusuri kandungan zat yang ada didalam vaksin tersebut kemudian berdampak apa dari segi kesehatan dengan melakukan pemisahan bahan kimiawi dan bahan apa saja yang dipakai.
"Bagi kami ini menjadi sangat urgent dan kami menginstruksikan," tandasnya.[bbn/inilah/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026