Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




DPRD Buleleng Geram Tak Diajak Komunikasi Pembangunan Bandara Baru

Selasa, 19 Juli 2016, 07:15 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Beritabali.com, Singaraja. Para anggota DPRD Kabupaten Buleleng mendadak geram dengan beredarnya surat undangan sosialisasi terkait proyek pembangunan bandara internasional di Buleleng. Pasalnya,  sesuai kop surat itu, pihak yang menggelar sosiliasi itu yakni PT. Bandara Inertansional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, selama ini tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah daerah termasuk lembaga dewan. 
 
Dewan juga resah lantaran beredar informasi yang menyebutkan bahwa dalam pada bulan Agustus mendatang akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan proyek bandara baru di Buleleng.
 
Informasi yang diperoleh Senin (18/7), sosialisasi proyek bandara itu menjadi perbincangan di kalangan anggota dewan. Surat tersebut secara tidak sengaja beredar dari sejumlah anggota dewan. Dari surat undangan No. 002/BIBU/07/2016 PT. BIBU Panji Sakti akan menggelar soaialsiasi tanggal 24 Juli 2016. 
 
Anehnya, dalam surat undangan itu tidak dilengkapi lokasi sosialisasi tersebut. Tak ayal, wakil rakyat di Buleleng geram atas beredarnya surat tersebut. Apalagi, selama ini PT. BIBU Panji Sakti belum pernah melakukan koordinasi atau menyampaikan presentasi terhadap perusahaan tersbeut. Namun secara tiba-tiba melakukan sosialsiasi dengan mengundang para perbekel di Buleleng.
 
Ketua DPRD Buleleng I Gede Supriatna  meyayangkan beredarnya surat undangan sosialisasi oleh PT. BIBU Panji Sakti tersebut. Apalagi, sejak surat itu beredar terutama warga di Buleleng timur mulai mempertanyakan terkait proyek bandara. Kebanyakan pertanyaan warga mengarah pada pemahaman bahwa bandara sudah mulai dibangun. 
Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya penyebaran informasi yang menyebut kalau dalam bulan Agustus mendatang akan dilakukan upacara peletakan batu pertama atas proyek tersebut. Informasi seperti ini diakuinya menyesatkan dan cenderung akan menimbulkan dampak negatif kepada citra pemerintah daerah termasuk DPRD itu sendiri. Pasalnya, sejauh ini proyek ini masih tahap fisibility study (FS). Pemkab baru menerbitkan rekomendasi kepada investor untuk melanjutkan FS tersebut. 
 
“Kami sayangkan sekali dan kalau informasi ini dibiarkan akan menyesatkan masyarakat. Proyek ini masih tahap FS dan pemkab termasuk di provinsi baru menerbitkan rekomendasi untuk melanjutkan FS. Sekarang akan disosialsiasikan dan ada informasi peletakan batu pertama kalau tidak tidak benar kami khawatir akan menimbulkan kesan pemkab tidak baik dimata masyarakat,” kesal Supriatna.
 
Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng Putu Mangku Budiasa. Menurut Mangku Budiasa pembangunan bandara merupakan investasi besar dan saat ini masih tahap FS oleh investor. Pemkab sendiri telah memberikan rekomendasi kepada investor untuk melakukan FS tersebut hingga rampung. Namun beredarnya surat undangan sosialisasi termasuk rencana peletakan batu pertama pada bulan Agustus mendatang, Mangku mengaku geram atas informasi itu. 
 
Pasalnya , informasi akan dilakukan peletakan batu pertama itu seolah menyebutkan bahwa proyek bandara sudah mulai dikerjakan. Informasi liar seperti ini dikahwatirkan akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. 
 
“Secara logika kalau sudah peletakan batu pertama anggapan masyarakat proyek sudah mulai dikerjakan, padahal investor baru melakukan FS dan ada tahapan-tahapan teknis yang lain. Saya khawatir informasi tersebut dapat menyesatkan dan jangan-jangan ditunggangi kepentingn politik menjelang adanya hajatan besar Pemilukada,” kata Mangku Budiasa.[bbn/pan/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami