Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Tangkarkan Jalak Bali, Jiwa Artana Raih Penghargaan
Kamis, 11 Agustus 2016,
16:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Upaya menangkarkan burung Jalak Bali yang dilakukan I Ketut Gede Jiwa Artana bersama Kelompok Penangkar Kicau Bali menuai sambutan positif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setelah empat tahun melakukan penangkaran burung yang biasa disebut Curik Bali itu, Ketut Gede Jiwa Artana memperoleh penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ir Siti Nurbaya, M.Sc.
Penghargaan tersebut diterima Ketut Gede Jiwa Artana dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional yang berlangsung di Taman Nasional Bali Barat pada Rabu (10/8). Kategori penghargaan yang diterimanya adalah Penangkar dalam Upaya Konservasi Curik Bali.
Saat dijumpai pada Kamis (11/8) di tempat penangkaran miliknya, Ketut Gede Jiwa Artana mengaku bersyukur dengan penghargaan yang diberikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi dirinya bersama Kelompok Penangkar Kicau Bali untuk terus menangkarkan dan mengembangbiakkan burung Jalak Bali yang statusnya dilindungi karena terancam perburuan liar.
Secara singkat dia menceritakan bahwa upaya penangkaran yang dilakukannya bersama Kelompok Penangkar Kicau Bali sudah mulai dilakukan sejak 2012 lalu. Itupun berawal dari satu pasang burung Jalak Bali yang dibeli di Solo, Jawa Tengah. Untuk membeli sepasang burung tersebut, dia sampai harus menjual seekor sapi yang harganya sekitar Rp 15 juta.
"Mengawalinya saat itu sangat berat. Saya sampai harus jual sapi," kata Ketut Gede Jiwa Artana.
Dalam perjalanannya, sepasang ekor burung Jalak tersebut kemudian berkembang menjadi empat pasang. Di titik ini, upaya penangkaran yang dilakukannya masih belum mudah. Bagaimana tidak, dia harus menyiapkan kandang yang ideal bagi burung Jalak Bali hasil tangkarannya. Sehingga untuk menyiapkan kandang di tahap awal, dia harus meminjam uang ke bank.
"Syukurnya saat itu kami didukung Pak Ketut Suryadi, Ketua DPRD Tabanan. Akhirnya sedikit demi sedikit upaya penangkaran ini berjalan. Bahkan, dari Pemkab Tabanan kami dihibahkan dua pasang burung Jalak Bali yang kemudian berkembang jadi tiga pasang," imbuhnya.
Dukungan tidak hanya berhenti di situ saja, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali juga mulai memberikan motivasi untuk terus melakukan penangkaran. Sehingga, tempat penangkaran burung miliknya kini berkembang terus. Bahkan, kandang tempat perkawinan burung Jalak Bali yang semula dari bahan yang sederhana seperti triplek berubah menjadi lebih representatif lagi.
"Untuk burungnya sendiri sudah mencapai sekitar dua ratusan ekor. Indukan saja ada 50 pasang dan anakan 50 pasang juga," ungkapnya.
Berkat kegigihannya tersebut, Jiwa Artana bersama kelompoknya diikutsertakan sebagai Kader Konservasi yang tujuannya mengajak masyarakat luas untuk ikut melakukan konservasi. Bahkan, beberapa kali tempat Kelompok Penangkar Kicau Bali dijadikan lokasi pelatihan PSKL (Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan).
"Kami jadi narasumber di bagian teknis dan pemasaran. Apalagi BKSDA sekarang ini membuka keran seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin membentuk kelompok. Tinggal menghubungi Resor BKSDA terdekat. Kami siap membantu untuk teknisnya," jelasnya.[bbn/hms/psk]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026