Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Bumi Ternyata Pernah Dihuni Berang-berang Raksasa
Di Jaman Prasejarah 6 Juta Tahun Silam
Senin, 30 Januari 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ahli paleontologi AS menemukan fosil berang-berang raksasa yang pernah menghuni perairan prasejarah sekitar enam juta tahun silam.
Fosil berupa tengkorak lengkap, tulang rahang, dan gigi dari spesies yang disebut Siamogale melilutra itu ditemukan oleh para peneliti saat menggali dasar danau kuno di Shuitangba, Provinsi Yunnan, China.
"Meski tempurung kepala ini sangat lengkap, namun bagian itu tergencet selama proses fosilisasi dan menjadi rata," kata Dr Denise Su, kurator dari Cleveland Museum of Natural History, seperti dilansir National Geographic.
Karena tulang belulang spesimen tersebut sangat halus dan rapuh, para ilmuwan tidak bisa menyusun ulang fosil tersebut secara fisik. Sebagai gantinya, mereka melakukan CT-scan pada fosil dan merekonstruksi ulang secara virtual di komputer.
Dengan menganalisis rekonstruksi, tim menemukan bahwa Siamogale melilutra berukuran panjang sekitar 2 meter dan berbobot hampir 50 kilogram. Ukuran ini hampir dua kali lebih besar dari berang-berang modern dan empat kali dari berang-berang eurasia.
Hasil rekonstruksi juga menunjukkan bahwa spesies baru ini memiliki rahang besar dan kuat, dengan gigi geraham bunodont yang memungkinkan mamalia semiakuatik tersebut memangsa kerang besar dan moluska, dengan memecahkan cangkangnya menggunakan rahang.
Para peneliti menduga, bentuk tubuh yang lebih besar sangat krusial bagi keberlangsungan hidup spesies berang-berang ini, karena tak seperti kerabat modernnya yang bertubuh kecil, mereka belum berevolusi agar bisa menggunakan peralatan batu untuk memecahkan cangkang makanannya.
"Jika Siamogale melilutra tak cukup pintar untuk mengetahui cara menggunakan alat, mungkin satu-satunya pilihan yang tersisa adalah mengembangkan rahang yang lebih kuat dengan meningkatkan ukuran tubuh," kata Xiaoming Wang, ahli paleontologi dari Natural History Museum of Los Angeles.
Spesies purba ini, menurut peneliti, termasuk keturunan berang-berang yang telah punah 18 juta tahun lalu dan fosil giginya ditemukan di Thailand pada 1983 silam.
Rekonstruksi tengkorak juga mengungkap bahwa Siamogale melilutra memiliki kemiripan dengan hewan lain.
"Siamogale melilutra punya tengkorak seperti berang-berang, tetapi berbagi banyak kemiripan dengan badger, omnivora berkaki pendek dalam keluarga Mustelidae. Karena itulah kami menamainya melilutra," kata Wang seraya menjelaskan bahwa dalam bahasa Latin, meli atau meles berarti badger, dan lutra berarti berang-berang.
Saat ini, para peneliti terus mempelajari fosil Siamogale melilutra untuk mendapatkan penjelasan lengkap bagaimana hewan purba tersebut bisa memiliki fitur yang begitu luar biasa.
"Kita tidak akan tahu lebih banyak sampai penelitian lebih lanjut dilakukan, tetapi sementara itu, sudah ada banyak hal yang bisa dikagumi dari hewan tersebut saat ini. Siamogale melilutra mengingatkan kita tentang keanekaragaman kehidupan di masa lalu dan berapa banyak pertanyaan masih tersisa untuk dijawab," ujar Dr Su.
"Siapa yang menyangka bahwa ada berang-berang yang ukurannya sebesar srigala?" pungkasnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026