Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Gantung Diri di Kamar Mandi Lapas, Napi Ini Tinggalkan Surat
Minggu, 5 Februari 2017,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
tidak kuat menahan malu dan merasa mempermalukan keluarganya, Rahma Prasetyo (29), seorang napi yang terlibat kasus pencabulan anak, tewas bunuh diri di kamar mandi kamar nomor 5 Blok Karangasem, Lapas Kelas II A Denpasar, Kuta Utara, Minggu (5/2). Prasetyo mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan kain berwarna putih dan hitam dan menggantungnya di terali jendela besi.
Sebelum tewas, Prasetyo diduga sempat menuliskan pesan terakhir yang dicatatnya di dalam buku yang ditemukan petugas Lapas di tempat tidurnya. Pesan yang berisi kata penyesalan itu disampaikan kepada orang-orang yang disayanginya, termasuk kedua orang tuanya.
Napi yang terganjal kasus pelecehan seksual ini ditemukan tewas pada Minggu (5/2) sekitar pukul 00.10 Wita. Saksi yang menemukan adalah penghuni lapas, Eka Saputra (40) yang awalnya hendak membuang air kecil. Namun saksi heran melihat kamar mandi sudah digunakan oleh napi lain.
Saksi kemudian bertanya kepada napi lain siapa yang berada di kamar mandi. Barulah diketahui yang di dalam kamar mandi adalah korban, Rahma Prasetyo.
“Karena lama dan tidak ada suara, saksi Eka mencoba mengintip keberadaan Rama melalui sela-sela lubang pintu kamar mandi,” jelas sumber kepolisian, Kuta Utara, Badung,.
Antara percaya dan tidak, saat mengintip dari lubang kecil, saksi Eka melihat leher korban sudah terikat kain berwarna putih dan hitam yang tergantung di terali jendela besi. Korban ditemukan tergantung dengan lidah terjulur keluar.
Melihat kejadian, saksi Eka berteriak dan mengatakan bahwa Rahma gantung diri di kamar mandi. Bersama saksi lainnya, mereka mendobrak kamar mandi dan selanjutnya menurunkan korban dari lilitan tali di lehernya
Jajaran Polsek Kuta Utara dan Polres Badung yang menerima laporan napi gantung diri langsung olah TKP dan memeriksa saksi saksi. Polisi menggeledah kamar tahanan korban di kamar nomor 5 Blok Karangasem dan mendapati sebuah buku berisikan pesan terakhir yang diduga ditulis tangan oleh korban.
Pesan itu bertuliskan : “Buat Ibuk ku dan Bapak aku sayang kalian jangan lupa kirim doa buat aku ya buk dan bapak. Salam juga buat Weke jangan pikirin aku. Aku udah di alam yg tenang kok. Maaf jika anakmu sering berbuat salah buk dan bapak. Aku sayang kalian dari ku Rama,” tulisnya.
Selain menuliskan permohonan maaf kepada orang tuanya, Prasetyo menuliskan rasa cintanya kepada istri dan anaknya.
“Buat yang tersayang Lisa dan Lika, maaf jika aku belum bisa membahagiakan kamu. Aku udah berusaha semampuku untuk terbaik buat kamu. Aku emang keterlaluan buat kamu tapi aku ngalakuin itu karna aku gak mau kehilangan kamu maaf aku harus pergi duluan mama sampai kapan pun aku akan slalu sayang sama kalian berdua sampai ketemu di alam yg beda ya mama dan anak ayah jangan lupa sering kirim doa ya. Ayah sayang kalian berdua I LOVE YOU Rama Prastyo,” ungkapnya dalam pesan yang ditulisnya.
Ada juga pesan terakhir yang tertulis ditujukan kepada dua orang yang cukup dekat dengannya.
“Buat Pak Putu sama Pak De Dah. Terima kasih sudah membimbing Rama slama ini. Maaf kan Rama jika Rama banyak berbuat salah. Sekali lagi rama minta maaf smoga Tuhan melimpahkan Rejeki Buat Pak Putu sama Pak adi. Maaf Rama Pergi duluan,” tulisnya.
Sementara, Kapolsek Kuta Utara, Kompol Pius Aceng Loda yang dikonfirmasi membenarkan adanya napi gantung diri di sel tahanan Lapas Kerobokan. “Masih didalami," terangnya singkat.
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 955 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 783 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 603 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 561 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026