Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 9 Mei 2026
Serapan Beras Bulog Tabanan Rendah
Rabu, 15 Maret 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Serapan beras badan urusan logistik (bulog) di Tabanan ternyata masih rendah. Hal itu terungkap ketika tim serapan gabah (sergap) pusat markas besar (Mabes) Angkatan Darat TNI AD melakukan pantauan terhadap sersapan beras bulog di Gedung Bulod Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (14/3).
[pilihan-redaksi]
Tim Sergab yang dipimpin oleh Kolonel Inf Agus Arif Fadila bersama dengan Kolonel Inf I Made Sudiana, disamping meninjau serapan beras, pihaknya juga meninjau kemana saja beras bulog didistribusikan. Pasalnya, saat ini, TNI juga membantu dalam mewujudkan Swasembada pangan yang merupakan program kerja pemerintah pusat. Namun dalam hal ini, pihaknya mengakui tidak hanya di Tabanan saja serapan beras Bulog sangat rendah. Di kabupaten lain juga sama saja.
"Wajar saja tidak terserap, di Bali hasil beras petani tidak pantas untuk dibawah harga empat ribu perkilogram, karena kualitas berasnya bagus, " ungkap Arif Fadila.
Faktor Bulog tak bisa penuhi daya serap beras, karena Pemerintah Provinsi Bali juga mempunyai program Perpadi yang mana hasil gabah petani dibeli seharga Rp 4.000 per kilogram dipinggir jalan.
Sedangkan Bulog hanya membeli Rp 3.700 perkilogram sesuai dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Kemudian ada petani tidak mau jual beras karena dikonsumsi sendiri. Terakhir, petani lebih suka menjual ke tengkudak karena harga yang dibeli lebih mahal dari Bulog.
Mengingat di tahun 2017 target serapan bulog lebih besar mencapai 1.700 ton, dibandingkan tahun 2016 hanya memperoleh serapan beras sebesar 303,3 ton dari target 1.280 ton, Bulog dengan Perpadi diharapkan saling bersinergi. Misalnya beras yang kualitas bagus biarkan saja dibeli Perbadi karena berani beli dengan harga mahal, sehingga yang kualitas agak kurang diberikan ke Bulog.
Hal ini bertujuan pada petani yang menghasilkan beras kualitas rendah agar berasnya terbeli sehingga petani tidak beralih profesi ke pekerjaan lain.
"Kayak semacam kerja sama menyeimbangkan harga, tetapi tidak menyebabkan petani rugi dan para tengkudak yang kaya raya," terangnya.
Sementara dari pihak Bulog I Gede Adnyana mengatakan daya serap tidak terpenuhi karena nilai beli yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk Bulog lebih rendah dari nilai pasaran.
[pilihan-redaksi]
Nilai beras yang dibeli oleh Bulog Rp 7.300 per kilogram, sedangkan harga pasaran yang dibeli oleh para pengepul seharga Rp 8.500 per kilogram. Dengan harga yang lebih murah ini menyebabkan petani lebih tertarik menjual beras keluar atau ke para pengepul karena harganya lebih mahal.
"Maka dari itu sulit penuhi target," jelasnya.
Sementara, saat ini stok beras di Tabanan masih aman, karena saat ini di gudang sudah ada 4.500 ton stok beras. Sedangkan yang didistribusikan kepada renstra dan TNI, 310 ton setiap bulannya. [nod/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 747 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026