Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Terseret Kasus e-KTP, Novanto Dianggap Tamat
Kamis, 16 Maret 2017,
16:38 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Pengamat Politik Petrus Salestinus mengatakan Surat Dakwaaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam perkara terdakwa Irman dan Sugiharto nampak Ketua DPR Setya Novanto berperan besar dalam mengatur atau mengotaki proses pengadaan proyek e-KTP nasional.
"Dari dakwaan nampak jelas betapa Setya Novanto berperan besar dalam mengatur atau mengotaki proses pengadaan proyek E-KTP nasional, menggiring untuk mengarahkan pada perusahaan tertentu untuk memenangkan tender, mengatur pembagian anggaran proyek Rp. 5,9 triliun dibagi dua, 50% untuk pengadaan proyek dan 50% untuk dibagi-bagi diantara mereka," katanya, Rabu (15/3/2017).
[pilihan-redaksi]
Bahkan menurutnya yang lebih tragis lagi terdapat komitmen antara Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Golkar untuk mengawal rencana korupsi uang negara sebesar Rp. 2,3 triliun lebih dalam rapat-rapat Komisi II DPR dengan Kementerian Dalam Negeri.
Di samping itu menurut Petrus, sepertinya sebelum anggaran proyek ini cair, ada penyandang dana yang memgeluarkan dana talangan atau sudah diizinkan untuk melakukan suap ke berbagai pusat kekuasaan yang menentukan kelancaran korupsi ini.
"Dari rangkaian uraian dakwaan dalam perkara Irman dan Sugiharto, maka sudah dapat dipastikan nasib Setya Novanto akan tamat dalam kasus mega korupsi e-KTP ini," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, nama Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto disebut di persidangan kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR ketika itu, disebut memiliki peran penting dalam proyek e-KTP, terutama dalam proses penganggaran di DPR. Dalam dakwaan, Novanto disebut memiliki peran dalam mengatur besaran anggaran e-KTP yang mencapai Rp 5,9 triliun.
Menurut jaksa KPK, Novanto bersama pengusaha Andi Narogong, Ketua Umum Partai Demokrat saat itu Anas Urbaningrum, dan Bendahara Umum Partai Demokrat saat itu Muhammad Nazaruddin, menyepakati anggaran proyek e-KTP sesuai grand design 2010, yaitu RP 5,9 triliun.
Dari anggaran itu, rencananya 51 persen atau Rp 2,662 triliun akan digunakan untuk belanja modal atau belanja riil pembiayaan proyek e-KTP. Sedangkan 49 persen atau sebesar Rp 2,558 triliun akan dibagi-bagi ke sejumlah pihak. Novanto bersama Andi, Anas, dan Nazaruddin kemudian disebut mengatur pembagian anggaran dari 49 persen yang rencananya akan dibagi-bagi. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5936 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026