Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 17 September 2026
Ilmuwan Temukan Atmosfer di Planet Mirip Bumi
Senin, 10 April 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Newcastle. Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Astronomical Journal mengungkap bahwa para ilmuwan mendeteksi keberadaan atmosfer di sekitar planet yang menyerupai Bumi.
Para ilmuwan itu meneliti sebuah planet yang dikenal dengan nama GJ 1132b, berukuran 1,4 kali dari Bumi dan berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi.
[pilihan-redaksi]
Pengamatan mereka menunjukkan bahwa planet yang disebut 'super-Earth' ini dilapisi gas tebal yang terdiri dari air atau metana atau campuran keduanya.
Penemuan atmosfer serta penggolongan planet ini, merupakan kemajuan penting dalam mencari kehidupan lain yang ada di luar Tata Surya kita.
Tapi sepertinya dunia baru ini mustahil dihuni mengingat panas permukaannya sekitar 370 derajat celcius.
"Setahu saya makhluk hidup di Bumi mampu bertahan hidup dengan suhu terpanas 120 derajat celcius dan itu jauh lebih dingin dari planet ini," kata Dr John Southworth, peneliti utama dari Keele University, Inggris, seperti dilansir BBC.
Penemuan GJ 1132b pertama kali diumumkan pada tahun 2015. Planet itu terletak di konstelasi Vela. Kendati ukurannya sama dengan Bumi, GJ 1132b mengorbit di sekeliling bintang yang berukuran jauh lebih kecil, lebih dingin dan redup dari Matahari.
Dengan menggunakan teleskop di European Southern Observatory di Cile, para ilmuwan mampu meneliti planet tersebut dengan mengamati bagaimana planet itu terhalang cahaya bintang yang melintas di depannya.
Tapi molekul yang berbeda dalam atmosfer planet ini --jika atmosfernya memang ada-- menyerap cahaya dengan cara yang berbeda, memungkinkan para ilmuwan untuk mencari unsur kimia saat planet itu melewati bintang.
Pengamatan terhadap GJ 1132b ini menunjukkan bahwa planet tersebut memiliki atmosfer tebal yang mengandung dua unsur yaitu, uap atau metana.
"Salah satu kemungkinannya itu adalah 'planet air' dengan atmosfer yang terdiri dari uap panas," kata Dr Southworth.
Para peneliti mengatakan meski mustahil ditemukan kehidupan di dunia ini, penemuan atmosfir mendorong mereka untuk mencari lebih jauh adanya kehidupan di luar Bumi.
[pilihan-redaksi2]
"Apa yang telah kami tunjukkan adalah bahwa atmosfer bisa dijumpai di planet-planet yang dikelilingi bintang-bintang dengan massa rendah. Dan karena begitu banyak planet di alam semesta, kami memperkirakan ada satu planet yang bisa dihuni," lanjut Dr Southworth.
Sementara itu, astronom publik di Royal Observatory Greenwich Marek Kukula mengomentari penelitian ini dan mengatakan bahwa studi tersebut merupakan konsep dengan bukti yang cermat.
"Jika teknologi bisa mendeteksi atmosfer, maka itu menjadi pertanda baik karena mampu mendeteksi dan mempelajari berbagai atmosfer planet bahkan planet yang mirip dengan Bumi dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Kukula. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5525 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2325 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1144 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026