Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 1 Juli 2026
Sering Pakai Smartphone Pengaruhi Kesehatan Mental
Kamis, 4 Mei 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Terlalu banyak menggunakan smartphone dan perangkat teknologi lain dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Seperti apa pengaruhnya?
Mengutip dari boldsky, Kamis (04/05/2017), menggunakan smartphone akan menyebabkan beberapa masalah. Seperti masalah perilaku dalam mengatur diri untuk kalangan remaja. Ini juga sangat berdampak pada masalah - masalah kesehatan mental.
[pilihan-redaksi]
"Juga, hari-hari yang berisiko pada remaja menggunakan teknologi lebih, mereka mengalami lebih banyak masalah perilaku dan Gejala ADHD (perhatian-defisit/hyperactivity disorder) lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari yang mereka gunakan tidak terlalu banyak dihabiskan untuk menggunakan teknologi," kata pemimpin penulis studi Madeleine George dari Duke University di Durham, North Carolina, Amerika Serikat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development, memandang Asosiasi antara remaja kesehatan mental gejala dan berapa lama mereka menghabiskan setiap hari SMS, menggunakan media sosial dan menggunakan internet.
Untuk penelitian, 151 remaja muda menyelesaikan survei pada smartphone tentang penggunaan teknologi digital mereka sehari-hari. Mereka yang disurvei tiga kali sehari selama satu bulan dan dinilai untuk kesehatan mental gejala 18 bulan kemudian.
Pemuda yang berpartisipasi adalah antara 11 dan 15 tahun. Remaja menghabiskan rata-rata 2,3 jam sehari yang menggunakan teknologi digital.
Para peneliti menemukan bahwa pada hari-hari ketika remaja menggunakan perangkat mereka lebih, baik ketika mereka melebihi penggunaan normal dan ketika mereka melebihi rata-rata digunakan oleh rekan-rekan mereka, mereka itu lebih cenderung mengalami melakukan masalah seperti berbohong, pertempuran dan masalah -masalah kelakuan lainnya.
Selain itu, pada hari ketika remaja menggunakan perangkat digital lain, mereka mengalami kesulitan mendapat perhatian dan dipamerkan gejala gangguan perhatian defisit hiperaktif.
Studi juga menemukan bahwa remaja muda yang menghabiskan lebih banyak waktu online mengalami peningkatan masalah perilaku dan masalah dengan pengaturan diri serta kemampuan untuk mengendalikan perilaku dan emosi pada 18 bulan kemudian.
Namun, studi juga menemukan bahwa menggunakan teknologi dikaitkan dengan beberapa hasil yang positif. Pada hari-hari ketika remaja menghabiskan lebih banyak waktu dengan menggunakan teknologi digital, mereka mengalami gejala depresi dan kecemasan. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026