Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Usai Direhab BNN, Mantan Ketua Fraksi Golkar Tabanan Kembali Ngantor

Selasa, 18 Juli 2017, 19:20 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

BeritaBali.com, Tabanan. Mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan, I Nyoman Wirama Putra, yang sempat terjerat kasus narkoba di Jakarta, sudah mulai ngantor di Kantor DPRD Tabanan, Sanggulan, Kediri,  Selasa (18/7/2017). Bahkan ia sudah mengikuti rapat kerja komisi III DPRD Tabanan.
 
Wirama politisi asal Bangah, Desa Baturiti , Kecamatan Baturiti  usai mengikuti rapat komisi III DPRD Tabanan mengenai PAD ( penerimaan asli daerah ), menjelaskan ia kembali dinas di DPRD Tabanan karena masa rehabilitasinya sudah selesai di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jakarta. 
 
[pilihan-redaksi]
“Rehabilitasi itu ada beberapa tipe, mulai dari rehab ringan hingga berat. Saya menjalani rehabilitasi ringan untuk pengguna yang hanya coba-coba, jadi hanya selama dua minggu. Satu minggu dua kali,” jelasnya. 
 
Ia mengaku sangat menyesal dan memang saat itu nasibnya sedang apes. Pasalnya ia menerima tamu yang ternyata Bandar narkoba dan menjadi target operasi kepolisian. Tamu yang ia maksud adalah teman pria dan wanita yang turut diamankan polisi dari kamar hotel tempat ia menginap tersebut. 
 
“Saat itu saya memang bersama pacar saya, kemudian saya menerima tamu cewek-cowok ini yang memang teman saya. Sebelum ke Jakarta memang saya sudah dihubungi dan dia minta ketemu, saya sebagai wakil rakyat tidak mungkin kan menolak kunjungan teman. Tetapi ternyata ya begini jadinya,” bebernya.  
 
[pilihan-redaksi2]
Dijelaskannya, dari kamar hotel tempatnya menginap polisi tidak menemukan barang bukti sehingga diputuskan untuk menjalani rehabilitasi. Sedangkan dari rumah temannya baru lah ditemukan barang bukti berupa sabu. 
 
“Saya tidak ada kaitannya dengan mereka sehingga diputuskan untuk menjalani rehabilitasi setelah sempat dimintai keterangan selama tiga hari di kepolisian,” pungkasya.
 
Pasca kejadian itu, jabatannya dicopot menjadi Ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan. Posisinya sebagai Ketua Fraksi Golkar digantikan oleh I Made Asta Dharma.  Untuk membuktikan bahwa anggota DPRD Tabanan tidak memakai narkoba, kemudian dilakukan tes urine kepada  39 anggota DPRD Tabanan. Hasilnya semua negatif. [bbn/nod/psk] 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami