Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
Pakar : Hindari Kasus " Bullying ", Terapkan Tat Twam Asi
Rabu, 19 Juli 2017,
10:48 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pakar dunia pendidikan Bali yang Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB, NTT, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, mengatakan, kasus "bullying" di lingkungan sekolah atau kampus bisa dihindari dengan menerapkan ajaran Tat Twam Asi (engkau adalah aku dan aku adalah engkau).
Hal ini disampaikan Dasi, di Kampus STMIK Primakara Denpasar Bali, Selasa (18/7), saat dimintai komentarnya soal kasus "bullying" yang terjadi di kampus Gunadarma Jakarta.
"Pada prinsipnya, kita semua harus punya "human skill", punya penghargaan terhadap sesama manusia. Jika punya "human skill", kita tidak akan pernah menganggap manusia lainnya lebih rendah, semua sama ciptaan Tuhan. Semakin kita temui sahabat yang punya kebutuhan khusus, maka harus kita bantu, kewajiban bagi yang normal untuk membantu,"ujar Dasi.
Dasi berharap kasus "bullying" ini tidak terjadi di wilayah kerjanya selaku Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali, NTB, NTT.
"Jangan sampai terjadi di wilayah saya, kembalikan ke ajaran Tat Twam Asi, kalau kamu diejek atau kamu mengejek orang, tentu sama-sama merasa marah, dikau adalah daku, daku adalah dikau,"ujarnya.
Terkait kasus "bullying" ini, Rektor Gunadarma Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM, yang ditemui di Denpasar mengatakan, kasus yang menjadi ramai ini sebenarnya hanya bahan bergurau antara sesama mahasiswa. Pihaknya sudah mengumpulkan para orang tua mahasiswa.

"Anak itu (yang dibully) kondisinya normal-normal saja, fotonya terlihat agak autis, tapi anaknya normal, dia sudah lolos tes kesehatan dan tes narkoba, IP (index prestasi) nya 3,07, sementara IP anak yang menggodanya justru lebih rendah yakni 2,9,"jelasnya.
Margianti mengaku kasus ini sudah diserahkan kepada pihak Kemensos maupun Kementerian Pendidikan.
"Pihak keluarga sudah serahkan masalah ini ke kampus. Bahwa dia (korban bully) agak aneh, kita datanya ada, tapi kita belum terima data lengkap karena dia baru sementer satu. Ada sistem yang kita bisa lihat nanti, bagaimana recordnya. Tidak ada tuntutan kriminal, bahkan dalam kasus ini, pihak kampus Gunadarma yang merasa dibully. Di satu sisi, ini membangkitkan kepedulian kita terhadap anak berkebutuhan khusus,"ujarnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 175 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 141 Kali
03
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 117 Kali
04
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 102 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 92 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026