Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 14 Juni 2026
Saudi Tangkap Remaja yang Berjoget Makarena
Kamis, 24 Agustus 2017,
09:01 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Riyadh. Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun ditangkap setelah rekaman video yang memperlihatkan ia berjoget Macarena di sebuah jalan ramai Arab Saudi, beredar viral.
BBC melaporkan bahwa remaja tersebut dituduh melakukan 'perilaku tidak pantas di muka umum' di Jeddah, seperti disebut dalam sebuah pernyataan.
[pilihan-redaksi]
Tidak jelas apakah kewarganegaraan anak ini atau apakah kasusnya akan diteruskan ke pengadilan.
Dalam klip 45 detik, terlihat, anak muda itu 'mengganggu' lalu lintas dengan joget yang diiringi lagu hit yang populer tahun 1990an. Klip tersebut diyakini diposkan pertama kali pada bulan Juli 2016.
Klip ini telah dibagikan luas di media sosial, memancing beragam tanggapan.
Sebagian membela anak itu dan bahkan menyebutnya sebagai 'pahlawan'. Namun tak sedikit pengguna medsos yang menyebut bahwa perilakunya itu 'tidak bermoral.'
Kurangnya hukum pidana yang dikodifikasi di Arab Saudi, membuat pejabat dan hakim memiliki kewenangan yang luas dalam melakukan penangkapan dan penghukuman terhadap anak-anak untuk berbagai urusan.
Awal bulan ini, Abdallah Al Shahani, seorang penyanyi populer ditangkap karena melakukan gerakan 'dabbing' saat konser di Taif.
'Dabbing' adalah gerakan mengesek-gesekan kepala ke bagian pangkal lengan, yang dilarang di Saudi karena dipandang mengacu pada budaya narkoba.
Warga Saudi yang juga seorang aktor dan presenter teve itu melakukan gerakan itu saat tampil di sebuah festival musik di Taif, saudi.
Dabbing diyakini muncul dari tradisi hip-hop di Atlanta, Georgia, AS, sekitar dua tahun lalu, dan menjadi populer setelah sejumlah selebritas, atlet, politikus termasuk Hillary Clinton tampil melakukan gerakan itu.
Komisi Nasional Pemberantasan Narkoba Saudi belum lama ini melarang gerakan itu karena dianggap mengacu pada penggunaan marijuana atau ganja.
Sebuah poster dari kementrian dalam negri Saudi 'memperingatkan rakyat tentang bahaya (gerakan) ini terhadap anak muda dan masyarakat, dan rakyat diperingatkan untuk tidak menirukannya." [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026