Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Dewan Minta Pemprov Bali Pantau UMR
Rabu, 6 September 2017,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Anggota DPRD Bali Nyoman Tirtawan meminta pemerintah provinsi untuk melakukan evaluasi dan memantau penerapan upah menimum regional (UMR) di kabupaten dan kota sesuai peraturan ketenagakerjaan, karena diduga terjadi pemberian upah tidak sesuai aturan.
"Saya meminta agar Pemerintah Provinsi Bali, melalui Dinas Tenaga Kerja untuk memantau penerapan UMR tersebut di kabupaten dan kota. Hal itu karena ada indikasi upah yang diterima pekerja atau karyawan tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan," kata Tirtawan di Denpasar, Selasa (5/9/2017).
[pilihan-redaksi]
Ia mengatakan keputusan gubernur mengenai UMR di masing-masing daerah tersebut telah berdasarkan kajian dan evaluasi. Begitu juga untuk pembahasan soal pengupahan sudah melibatkan Dinas Tenaga Kerja, pengusaha, dan serikat pekerja.
"Untuk memutuskan aturan tersebut sudah berdasarkan pertemuan ketiga lembaga terkait (tri patrid). Oleh karena itu yang menjadi keputusan harus dijalankan sesuai aturan. Termasuk juga berlaku di lingkungan pemerintah," ucap politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Menurut dia, ketentuan bagi tenaga kerja atau karyawan yang mengacu UMR tersebut dalam upaya memberi kesejahteraan kepada karyawan itu. Namun dalam kenyataannya masih ada memberikan upah atau gaji di bawah UMR tersebut.
"Inilah yang perlu dilakukan pemantauan dan pengawasan oleh pemerintah, sehingga karyawan tersebut mampu meningkatkan taraf hidupnya. Pemantauan tersebut perlu dilakukan pada perusahaan atau tempat usaha, dengan cara menanyakan langsung kepada karyawan bersangkutan, tanpa sepengetahuan dari perusahaan itu. Bila perlu mereka bisa menunjukkan slip gaji yang diterimanya," ujar politikus asal Bebetin, Kabupaten Buleleng.
Tirtawan lebih lanjut mengatakan pemerintah sudah menetapkan UMR di masing-masing daerah, namun terkadang bisa terjadi permainan di perusahaan tersebut, seperti menerapkan sistem borongan, sehingga perusahaan tersebut terindar dari aturan ketenagakerjaan itu.
"Jika sistem pekerjaan borongan itu diterapkan oleh perusahaan, maka secara tidak langsung bisa berkelit dari aturan tenaga kerja tersebut. Namun tetap itu namanya pelanggaran hukum," katanya.
Oleh seba itu, kata Tirtawan, pemerintah dan instansi terkait harus secara berkesinambungan melakukan pengawasan agar tenaga kerja itu tidak dirugikan. Minimal para pekerja itu menerima upah atau gaji sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku saat ini.
"Saya berharap semua perusahaan agar mentaati aturan ketenagakerjaan. Karena karyawan juga bagian dari aset perusahaan yang juga menentukan kemajuan dari perusahaan bersangkutan," katanya. [bbn/drd/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2684 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1953 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026