Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 16 September 2026
Bantu Pengungsi dengan Semangat Menyama Braya dan Gotong Royong
Minggu, 24 September 2017,
08:32 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Sejak dinaikkannya status Gunung Agung dari status siaga (level 3 ) ke status awas (level 4), maka secara otomatis terjadi perluasan daerah zona berbahaya. Hal ini berimbas pada jumlah pengungsi yang terus bergerak naik.
Untuk itu penanganan para pengungsi harus mendapat perhatian sehingga diperlukan koordinasi serta kerjasama semua pihak. Rasa gotong royong serta semangat menyama braya harus terus dipupuk untuk membantu para pengungsi yang berasal dari berbagai Desa di wilayah Kabupaten Karangasem tersebut.
Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mendatangi lokasi pengungsian di Desa Tembok dan Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng , Sabtu (23/9).
"Kondisi seperti ini akan berlangsung cukup lama. Karakter Gunung berapi sulit untuk ditebak. Untuk itu saya minta, tingkatkan gotong royong. Bantu saudara saudara kita yang ada disini, kita kerahkan segala upaya untuk membantu mereka, " imbuhnya.
Lebih jauh Gubernur Pastika yang didampingi sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali juga menggugah empati masyarakat yang berada di sekitar tempat pengungsian agar turut membantu keperluan para para pengungsi baik itu peralatan memasak, peralatan makan, bahan makanan serta kebutuhan lainnya. Tokoh masyarakat setempat, anggota seka teruna teruni serta ibu PKK juga diharapkan turut terlibat dalam membantu para pengungsi .
" Jangan sampai mereka yang di pengungsian kelaparan atau tidak bisa memasak karena tidak ada kompor. Jangan hanya handalkan bantuan dari pemerintah saja. Warga sekitar saya harap ikut bergerak membantu, kerahkan segala potensi yang ada untuk membantu " tuturnya.
Orang nomor satu di Bali ini juga menginstruksikan agar para perangkat desa terus melakukan pendataan terhadap warganya serta mendata keperluan yang mendesak dari para pengungsi serta mengkoordinasikan dengan pihak terkait . Ia juga meminta agar segera dibentuk atau ditunjuk siapa yang bertanggung jawab terhadap sumbangan yang datang serta pendistribusian sumbangan tersebut.
"Saya yakin akan banyak sumbangan dari seluruh Bali akan mengalir, untuk itu saya minta sumbangan yang masuk dicatat. Pendistribusiannya harus terpantau, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini," pintanya.
Pada bagian lain , orang nomor satu di Bali ini juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta mengindahkan petunjuk petunjuk yang diberikan oleh petugas.
"Masyarakat saya minta tenang dan jangan terpancing dengan isu isu yang belum tentu kebenarannya. Pemantauan terhadap kondisi gunung agung terus diintensifkan, " imbuhnya.
Seusai meninjau pengungsi di Kabupaten Buleleng, Gubernur Pastika beserta rombongan mengadakan pertemuan dengan Bupati Karangasem bertempat di Pelabuhan Tanah Ampo , Karangasem. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karangasem melaporkan bahwasannya Pemerintah Kabupaten Karangasem telah melakukan berbagai langkah strategis diantaranya pengaturan sistem distribusi makanan, pendataan pengungsi serta penyediaan sarana MCK serta tenaga medis.
Bupati Sumatri menyampaikan bahwasannya data pengungsi dilakukan update data setiap enam jam sekali dan berdasarkan data terakhir yang tercatat per tanggal 23 September 2017 pukul 12.00 jumlah pengungsi mencapai 15.142 dan tersebar di 126 titik lokasi pengungsian yang tersebar di kabupaten se Bali.
Menanggapi banyaknya titik titik pengungsian , Gubernur Pastika menginstruksikan agar tempat pengungsian diatur kembali. Untuk pengungsian yang terdiri kurang dari 200 pengungsi agar bergabung dengan pengungsi lainnya di beberapa lokasi pengungsian yang cukup besar seperti di UPT Pertanian di Rendang , Lapangan di Desa Les , Lapangan Ulakan serta GOR Sweca Pura.
" Ini dilakukan untuk mempermudah distribusi makanan, pemantauan keamanan, serta kesehatan para pengungsi," tuturnya.
Gubernur juga memerintahkan agar dapur umum yang semula berlokasi di pelabuhan tanah Ampo agar segera dipindahkan ke Rendang. Gubernur beserta rombongan juga berkesempatan mendatangai para pengungsi di UPT Pertanian Rendang yang mengalami kepanikan akibat adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang menginstruksikan masyarakat untuk segera pindah karena lokasi pengungsian rawan bencana.[bbn/rls/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5460 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3470 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2302 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026