Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Gas Elpiji Bersubsidi Langka di Jembrana
Jumat, 6 Oktober 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Ketersedian gas bersubsidi 3 kg kembali sulit didapat masyarakat di Jembrana. Terlihat Kamis (5/10) pagi, puluhan warga harus mengantri selama berjam-jam untuk menunggu kedatangan elpiji bersubsidi tersebut.
Kondisi ini kemudian memicu harga gas di warung-warung pengecer dari harga HET dipangkalan Rp14.500 kini meningkat menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabungnya.
[pilihan-redaksi]
Seperti yang terjadi di pangkalan gas elpiji SPBU No. 54.822.13, jalan Sudirman Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kamis (5/10). Puluhan warga mayoritas pemilik warung harus mengantri dari jam 07.00 wita guna mendapatkan gas elpiji 3 kg. Akibat antrian tersebut hampir 1 jam lebih ratusan tabung gas elpiji pun ludes diserbu warga yang didominasi oleh para pengecer ini.
"Semenjak gas 3 kg jatahnya dikurangi kelangkaan sudah mulai terjadi, Memang sudah langka sekarang gas elpiji yang 3 Kg, dijatah cuma 4 tabung gas per hari. Bahkan sebulan sebelumnya sempat harus mendaftar dulu dari pukul 01.00 WITA, baru nanti bisa ikut antrean mulai pukul sampai pukul 10.00 WITA," ungkap I Ketut Tamba (58), seorang pengecer gas elpiji dari Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana.
Sementara Manager SPBU No. 54.822.13, Iskandar Alfan mengakui adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang mulai terjadi sekitar sebulan belakangan ini. Menurutnya, kelangkaan gas ini terjadi lantaran adanya pengurangan jatah atau pasokan gas elpiji 3 Kg dari pusat yang didistribusikan ke Bali.
"Setiap harinya, kata dia, pihaknya mendapat pasokan gas elpiji 3 kg sebanyak 560 tabung. Untuk kepentingan pemerataan pihaknya memberlakukan sistem penjatahan. Untuk masing-masing rumah tangga dialokasikan jatah gas elpiji 3 kg sebanyak 1 sampai 2 tabung saja. Sedangkan untuk para pengecer jatahnya lebih banyak yakni maksimal 4 tabung per hari," imbuh Iskandar Alfan. [jim/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 425 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 367 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 355 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026