Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 7 Oktober 2026
Gas Elpiji Bersubsidi Langka di Jembrana
Jumat, 6 Oktober 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Ketersedian gas bersubsidi 3 kg kembali sulit didapat masyarakat di Jembrana. Terlihat Kamis (5/10) pagi, puluhan warga harus mengantri selama berjam-jam untuk menunggu kedatangan elpiji bersubsidi tersebut.
Kondisi ini kemudian memicu harga gas di warung-warung pengecer dari harga HET dipangkalan Rp14.500 kini meningkat menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabungnya.
[pilihan-redaksi]
Seperti yang terjadi di pangkalan gas elpiji SPBU No. 54.822.13, jalan Sudirman Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kamis (5/10). Puluhan warga mayoritas pemilik warung harus mengantri dari jam 07.00 wita guna mendapatkan gas elpiji 3 kg. Akibat antrian tersebut hampir 1 jam lebih ratusan tabung gas elpiji pun ludes diserbu warga yang didominasi oleh para pengecer ini.
"Semenjak gas 3 kg jatahnya dikurangi kelangkaan sudah mulai terjadi, Memang sudah langka sekarang gas elpiji yang 3 Kg, dijatah cuma 4 tabung gas per hari. Bahkan sebulan sebelumnya sempat harus mendaftar dulu dari pukul 01.00 WITA, baru nanti bisa ikut antrean mulai pukul sampai pukul 10.00 WITA," ungkap I Ketut Tamba (58), seorang pengecer gas elpiji dari Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana.
Sementara Manager SPBU No. 54.822.13, Iskandar Alfan mengakui adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang mulai terjadi sekitar sebulan belakangan ini. Menurutnya, kelangkaan gas ini terjadi lantaran adanya pengurangan jatah atau pasokan gas elpiji 3 Kg dari pusat yang didistribusikan ke Bali.
"Setiap harinya, kata dia, pihaknya mendapat pasokan gas elpiji 3 kg sebanyak 560 tabung. Untuk kepentingan pemerataan pihaknya memberlakukan sistem penjatahan. Untuk masing-masing rumah tangga dialokasikan jatah gas elpiji 3 kg sebanyak 1 sampai 2 tabung saja. Sedangkan untuk para pengecer jatahnya lebih banyak yakni maksimal 4 tabung per hari," imbuh Iskandar Alfan. [jim/wrt]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1424 Kali
02
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
03
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 657 Kali
04
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 556 Kali
05
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026