Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pekak Bagia Mengaku "Jos" Anak Dibawah Umur Dua Kali
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Pekak Bagia (65) mengaku dua kali “ngejos” anak dibawah umur NP (14) yang masih duduk dibangku SMP. Pengakuan Bagia diungkapkannya saat dimintai keterangan oleh Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya.
“Tersangka mengaku dua kali berhubungan dengan korban,” jelas Mastra, Selasa (7/11/2017).
[pilihan-redaksi]
Mastra menambahkan, keduanya pertama kali berhubungan badan sekitar satu bulan lalu di sawah, sedangkan yang kedua di rumah tersangka saat dipergoki oleh orang tua korban. Terkait pelimpahan kasus ini ke polres, mantan kasatlantas Polres Tabanan ini mengaku petugas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) ada di Mapolres Tabanan.
“Tersangka sudah ditahan di Mapolres,” tandasnya.
Seperti berita sebelumnya, Pan Bagia (65) pekak asal, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan dipergoki berada satu kamar dengan anak dibawah umur yang masih duduk dibangku SMP, Minggu dini hari (5/11/2017).
Tidak terima anaknya dengan kondisi setengah telanjang bersama Pekak Bagia, orang tua si anak melaporkan Pan Bagia ke polisi.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian Sabtu (9/11) sekitar pukul 19.00 WITA, korban yang masih duduk dibangku SMP, NP (14) asal Kecamatan Penebel, sembahyang ke Pura Luhur Batukaru bersama sang ayah I Wayan S (41) dan sejumlah warga yang berasal dari Banjar yang sama. Setelah selesai bersembahyang, rombongan pun menonton hiburan tarian hingga pukul 23.30 WITA, ayah korban yang hendak pulang kebingungan mencari korban.
I Wayan S mencari anaknya disekeliling Pura hingga di parkiran obeng-obeng Pura Luhur Batukaru namun korban tak juga ditemukan. Hingga akhirnya sekitar pukul 01.00 dini hari memasuki Minggu (5/11) ayah korban bertemu dengan salah seorang saksi bernama Windu yang ternyata melihat korban dijemput oleh Pekak Dalang dari Desa Jatiluwih. I Wayan S pun teringat jika yang disebut Kak Dalang adalah Pan Bagia yang ia kenal.
Selanjutnya ayah korban sekitar pukul 02.00 bergegas menuju rumah Pan Bagia untuk mencari putrinya, sayangnya ketika sampai di rumah Pan Bagia ia melihat rumah dalam keadaan sepi dan gelap, meskipun sudah memanggil-manggil nama Pan Bagia namun tak ada yang menjawab. Ia pun berinisiatif masuk ke dalam rumah dan membuka salah satu pintu kamar yang ada di rumah Pan Bagia.
Alangkah terkejutnya ketika menyaksikan putrinya sudah dalam keadaan telanjang hanya menggunakan celana dalam dan BH di dalam kamar bersama Pan Bagia yang hanya menggunakan celana pendek. Keributan pun terjadi, korban yang shock pun menangis dan tidak mau diajak pulang oleh sang ayah. Sampai akhirnya tetangga pelaku yang mendengar keributan dirumah pelaku berhasil membujuk korban untuk pulang.
Tak terima putrinya mendapatkan perlakuan tak senonoh, I Wayan S kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penebel. Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya yang dikonfirmasi terpisah membenarkan perihal laporan tersebut. Dirinya mengatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung meminta keterangan dari pelapor termasuk menyita barang bukti berupa pakaian dalam korban.
“Kasus ini masih kita dalami dengan meminta keterangan pelapor, saksi dan korban,” ujarnya.
Atas keterangan yang diperoleh pihaknya, Minggu kemarin (5/11) pun pihaknya langsung menjemput pelaku di rumahnya.
“Pelaku sedang dijemput oleh petugas piket untuk selanjutnya kita periksa intensif,” tandasnya.
Dan apabila terbukti bersalah, pelaku dapat dikenakan pasal 81 ayat (1) dan atau ayat (2) UU No. 35 th 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 th 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5-15 tahun. [nod/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3835 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang