Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 14 Mei 2026
Permintaan Ruang Pameran dari Pengusaha Bali di IFEX 2018 Rendah
Kamis, 16 November 2017,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketua DPD Himpunan Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bali Ketut Wiranantanja mengungkapkan bahwa pagelaran pameran furnitur dan handycraft yang bertajuk Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018 akan dihadiri 11.000 buyer yang berasal dari 15 negara.
"Berdasarkan pengalaman, banyak para pelaku industri furniture dan handycraft mengikuti IFEX 2017. Hasilnya pun sangat luar biasa," kata dia di Denpasar pada Selasa (15/11).
[pilihan-redaksi]
Meski ajang ini tak sepopuler Ina Craft, namun pihaknya mengajak para pelaku usaha furniture dan handycraft tidak melewatinya begitu saja. Pasalnya dalam ajang pameran tahunan handycraft terbesar di Indonesia yang akan berlangsung dari 9-12 Maret 2018 di Jakarta International Expo (JCC) ini, akan membuka peluang pasar internasional.
"Saat ini sudah tercatat sekitar 500 pelaku usaha furniture dan handycraft dari seluruh Indonesia yang menyatakan diri ikut berpartisipasi. Ini berkat kerjasama HIMKI dengan berbagai pihak," jelasnya.
Untuk Provinsi Bali sendiri khususnya Kabupaten Badung mengalami peningkatan permintaan ruang pamer dari 100 meter persegi menjadi 200 meter persegi. Hanya saja,
dari total 16 ribu meter persegi ruang pameran bila dibanding daerah lain, Provinsi Bali masih terbilan tertinggal. "
Kita masih kalah dari Jawa Tengah yang sudah memesan tempat sebanyak seribu meter persegi, sedangkan Bali baru hanya 400 meter persegi," ungkapnya.
Rendahnya jumlah permintaan ruang pameran dari Bali dibanding daerah lain di Indonesia, menurutnya karena minimnya dukungan dari pemerintah daerah. "Tidak seperti di Jawa Tengah dan daerah lainnya, mereka mendapat suport penuh dari pemerintah daerahnya," sebutnya.
Untuk itu pihaknya meminta dukungan pemerintah daerah di Bali sehingga industri furniture dan handycraft di Pulau Dewata makin berkembang. "Dukungannya mulai dari regulasi dan kemudahan perijinan," pungkasnya. [bbn/msd/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1294 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1002 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 829 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026