Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 18 Agustus 2026
Permintaan Ruang Pameran dari Pengusaha Bali di IFEX 2018 Rendah
Kamis, 16 November 2017,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketua DPD Himpunan Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bali Ketut Wiranantanja mengungkapkan bahwa pagelaran pameran furnitur dan handycraft yang bertajuk Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018 akan dihadiri 11.000 buyer yang berasal dari 15 negara.
"Berdasarkan pengalaman, banyak para pelaku industri furniture dan handycraft mengikuti IFEX 2017. Hasilnya pun sangat luar biasa," kata dia di Denpasar pada Selasa (15/11).
[pilihan-redaksi]
Meski ajang ini tak sepopuler Ina Craft, namun pihaknya mengajak para pelaku usaha furniture dan handycraft tidak melewatinya begitu saja. Pasalnya dalam ajang pameran tahunan handycraft terbesar di Indonesia yang akan berlangsung dari 9-12 Maret 2018 di Jakarta International Expo (JCC) ini, akan membuka peluang pasar internasional.
"Saat ini sudah tercatat sekitar 500 pelaku usaha furniture dan handycraft dari seluruh Indonesia yang menyatakan diri ikut berpartisipasi. Ini berkat kerjasama HIMKI dengan berbagai pihak," jelasnya.
Untuk Provinsi Bali sendiri khususnya Kabupaten Badung mengalami peningkatan permintaan ruang pamer dari 100 meter persegi menjadi 200 meter persegi. Hanya saja,
dari total 16 ribu meter persegi ruang pameran bila dibanding daerah lain, Provinsi Bali masih terbilan tertinggal. "
Kita masih kalah dari Jawa Tengah yang sudah memesan tempat sebanyak seribu meter persegi, sedangkan Bali baru hanya 400 meter persegi," ungkapnya.
Rendahnya jumlah permintaan ruang pameran dari Bali dibanding daerah lain di Indonesia, menurutnya karena minimnya dukungan dari pemerintah daerah. "Tidak seperti di Jawa Tengah dan daerah lainnya, mereka mendapat suport penuh dari pemerintah daerahnya," sebutnya.
Untuk itu pihaknya meminta dukungan pemerintah daerah di Bali sehingga industri furniture dan handycraft di Pulau Dewata makin berkembang. "Dukungannya mulai dari regulasi dan kemudahan perijinan," pungkasnya. [bbn/msd/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4563 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2367 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2020 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1632 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026