Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 18 Agustus 2026
1.000 Wisatawan Batal ke Jatiluwih Akibat Gunung Agung Meletus
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Erupsi Gunung Agung di Karangasem Bali mengakibatkan sejumlah wisatawan asing batal berkunjung ke Bali. Daya Tarik Wisata Jatiluwih di Kecamatan Penebel, Tabanan merasakan akibat dari erupsi gunung agung. Tercatat sebanyak 1000 wisatawan membatalkan kunjunganya.
[pilihan-redaksi]
Hal itu diungkapkan Manajer DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirta Yasa, Senin (27/11/2017). Dikatakannya, wisatawan asing dari Eropa yang melakukan pembatalan kunjungan karena faktor meletusnya gunung agung.
“Kurang lebih 1000 wisatawan asing mengcancel kunjunganya ke Jatiluwih,” tandasnya.
Karena memang menurutnya, isu-isu bencana sangat sensitif bagi wisatawan asing khususnya wisatawan dari Eropa dan Jepang.
“Kebanyakan tamu group travel yang membatalkan kunjunganya,” tambahnya.
Dikatakannya, rata-rata per hari 400 wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih. Untuk tahun ini pihaknya mengaku sudah memenuhi target pendapatan yakni Rp 5 miliar per tahun. Sedangkan untuk tahun 2018 target pendapatan masih kisaran di tahun 2017 .
Namun ia berharap bencana ini cepat berlalu, sehingga kunjungan wisatawan ke Bali khususnya ke DTW Jatiluwih kembali normal. [nod/wrt]
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4563 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2367 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2020 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1632 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun