Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jatuh dari Atas Tebing, Perempuan Jerman Tewas Usai Pesta Miras

Jumat, 15 Desember 2017, 05:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Suasana pesta miras yang dilakukan 7 warga negara asing di atas tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kamis (14/12) berubah histeris. Diduga mabuk, seorang perempuan asal Negara Jerman, Alina Kuroczik (23) terpeleset dan jatuh dari atas tebing di ketinggian 8 meter. Korban tewas dalam kondisi mengenaskan.
 
Kematian tragis Alina Kuroczik dijelaskan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan Iptu Muhamad Yaqin, Kamis (14/12). Menurutnya, korban Alina yang tinggal di Pecatu Quest House semula berkumpul bersama 7 temannya di Warung Mitris di Pantai Suluban Desa Pecatu Kuta Selatan. Ketujuh warga asing itu ngobrol-ngobrol sambil menenggak minuman keras hingga pukul 01.30 dinihari.
 
Tak lama, perempuan asal negara Jerman bernomor password L7K8KF69W pamitan untuk buang air kecil. Tiba-tiba saja terdengar suara seperti orang jatuh terpeleset di atas tebing. “Korban terpeleset dan jatuh dari atas tebing. Dia tidak tahu sudah berdiri di pinggir tebing, karena kondisi gelap tidak ada lampu penerang,” beber Kanitreskrim Iptu Muhamad Yaqin, (14/12).
 
Aparat kepolisian yang menerima laporan warga asing tewas dari atas tebing langsung menuju TKP atau tempat kejadian peristiwa di Pantai Suluban Desa Pecatu Kuta Selatan. Dalam pemeriksaan saksi-saksi yang termasuk rekan korban mengaku sempat melihat korban berdiri di pinggir tebing. Saksi sudah sempat mengingatkannya untuk tidak kencing di sana karena bahaya.
 
Diduga akibat pengaruh minuman keras, korban tidak menghiraukannya. Tanpa diduga ia pun terpeleset dan jatuh dari atas tebing. “Saksi temannya sudah sempat menasehati agar jangan kencing di sana karena persis di pinggir tebing, tapi korban tidak mendengar,” ungkap Iptu Yaqin.
 
Para saksi juga mengaku mereka sempat membantu menaikkan korban ke atas tebing. Namun karena tebingnya curam sedalam 8 meter, usaha para saksi sia sia. Bantuan akhirnya datang dari Tim Basarnas dan aparat kepolisian Polda Bali dan Polsek Kuta Selatan. Saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan, sekujur tubuhnya remuk dan patah tulang.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami