Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kebun Raya Jagatnatha Jembrana Ditarget Selesai Akhir Tahun 2018

Sabtu, 10 Februari 2018, 07:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pengerjaan Kebun Raya Jagatnatha yang terletak di sebelah timur Kantor Bupati, ditargetkan "launching" atau diresmikan pada Desember 2018. Hal tersebut terungkap pada audiensi antara Didik Widyatmoko, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI dan Bupati Jembrana I Putu Artha.
 
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wabup Made Kembang Hartawan, Kepala Kebun Raya Eka Karya Bali Bayu Adjie, Kepala – Kepala OPD Pemkab Jembrana, dan sejumlah staff LIPI. Audiensi tersebut dilaksanakan tadi pagi (9/2) di Ruang Rapat Lantai 3 Pemkab Jembrana.
 
Proyek Kebun Raya Jagatnatha kini memasuki tahapan ke tiga, proyek pusat tersebut menganggarkan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Pembangunan fisik yang sudah selesai dibangun menggunakan dana APBN di antaranya pagar alas dan kantor pengelolaan, restoran dan parkir. Berbeda dengan kebun raya pada umumnya yang terdapat di dataran menengah, kebun raya Jagatnatha berada di tengah kota dan nantinya Kebun Raya Jagatnatha Jembrana akan ditanami tanaman tematik, usada dan upakara.
 
Bupati Artha menyebutkan, pada 2018 ini akan ada tiga proyek besar yang akan dilaunching, yaitu Obyek Wisata Ekologi Teluk Gilimanuk, Anjungan Cerdas Jalan Nasional di Rambut Siwi, dan Kebun Raya Jagatnatha. Artha berharap dengan di launchingnya ke tiga objek tersebut, bisa menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jembrana. 
 
“Selama ini wisatawan domestik hanya lewat, kali ini bisa berkunjung dan berwisata ke Jembrana. Terlebih lagi jika ada wisatawan asing juga yang datang, maka akan lebih baik” ungkapnya.
 
Selain itu, Bupati Artha berharap setelah di launching LIPI tetap mendampingi Pemkab Jembrana dalam pengelolaan Kebun Raya nantinya. “Nantinya setelah launching, mohon kami jangan di tinggalkan. Tetaplah kami dibimbing agar Kebun Raya tersebut bisa lebih berkembang. Kami juga akan menyiapkan SDM yang bisa diikutkan pelatihan atau dididik untuk mengelola Kebun Raya. Dengan begitu lima fungsi kebun raya sebagai konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi dan ekonomi tetap terjaga” imbuhnya.
 
Sementara itu Didik Widyatmoko Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, mengatakan bahwa kebun raya Jembrana ini sangat lah unik jika dibandingkan kebun raya lainnya. “Saya melihat dari ornament, dari bangunan yang dibuat, memiliki detail – detail seni yang apik. Ini sangat berbeda dengan kebun raya yang lainnya. Selain itu kami bangga dengan progresnya yang sangat cepat” ujarnya.
 
Didik mengatakan Kebun Raya Jagatnatha ini mirip dengan Kebun Raya Bogor yang ada di tengah kota sehingga pengelolaannya hampir sama. Selain itu Didik  menyebutkan sebuah kebun raya, tidak boleh di konversi dan harus tetap menjadi kebun raya selamanya.
 
“LIPI akan selalu mengawal pembangunan Kebun Raya hingga tuntas, dan semoga kita (LIPI dan Pemkab) selalu menjadi keluarga besar. Karena kebun raya ini akan menjadi kebanggaan Jembrana, Bali dan Indonesia,” pungkasnya.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami