Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kebun Raya Jagatnatha Jembrana Ditarget Selesai Akhir Tahun 2018
Sabtu, 10 Februari 2018,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengerjaan Kebun Raya Jagatnatha yang terletak di sebelah timur Kantor Bupati, ditargetkan "launching" atau diresmikan pada Desember 2018. Hal tersebut terungkap pada audiensi antara Didik Widyatmoko, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI dan Bupati Jembrana I Putu Artha.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wabup Made Kembang Hartawan, Kepala Kebun Raya Eka Karya Bali Bayu Adjie, Kepala – Kepala OPD Pemkab Jembrana, dan sejumlah staff LIPI. Audiensi tersebut dilaksanakan tadi pagi (9/2) di Ruang Rapat Lantai 3 Pemkab Jembrana.
Proyek Kebun Raya Jagatnatha kini memasuki tahapan ke tiga, proyek pusat tersebut menganggarkan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Pembangunan fisik yang sudah selesai dibangun menggunakan dana APBN di antaranya pagar alas dan kantor pengelolaan, restoran dan parkir. Berbeda dengan kebun raya pada umumnya yang terdapat di dataran menengah, kebun raya Jagatnatha berada di tengah kota dan nantinya Kebun Raya Jagatnatha Jembrana akan ditanami tanaman tematik, usada dan upakara.
Bupati Artha menyebutkan, pada 2018 ini akan ada tiga proyek besar yang akan dilaunching, yaitu Obyek Wisata Ekologi Teluk Gilimanuk, Anjungan Cerdas Jalan Nasional di Rambut Siwi, dan Kebun Raya Jagatnatha. Artha berharap dengan di launchingnya ke tiga objek tersebut, bisa menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jembrana.
“Selama ini wisatawan domestik hanya lewat, kali ini bisa berkunjung dan berwisata ke Jembrana. Terlebih lagi jika ada wisatawan asing juga yang datang, maka akan lebih baik” ungkapnya.
Selain itu, Bupati Artha berharap setelah di launching LIPI tetap mendampingi Pemkab Jembrana dalam pengelolaan Kebun Raya nantinya. “Nantinya setelah launching, mohon kami jangan di tinggalkan. Tetaplah kami dibimbing agar Kebun Raya tersebut bisa lebih berkembang. Kami juga akan menyiapkan SDM yang bisa diikutkan pelatihan atau dididik untuk mengelola Kebun Raya. Dengan begitu lima fungsi kebun raya sebagai konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi dan ekonomi tetap terjaga” imbuhnya.
Sementara itu Didik Widyatmoko Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, mengatakan bahwa kebun raya Jembrana ini sangat lah unik jika dibandingkan kebun raya lainnya. “Saya melihat dari ornament, dari bangunan yang dibuat, memiliki detail – detail seni yang apik. Ini sangat berbeda dengan kebun raya yang lainnya. Selain itu kami bangga dengan progresnya yang sangat cepat” ujarnya.
Didik mengatakan Kebun Raya Jagatnatha ini mirip dengan Kebun Raya Bogor yang ada di tengah kota sehingga pengelolaannya hampir sama. Selain itu Didik menyebutkan sebuah kebun raya, tidak boleh di konversi dan harus tetap menjadi kebun raya selamanya.
“LIPI akan selalu mengawal pembangunan Kebun Raya hingga tuntas, dan semoga kita (LIPI dan Pemkab) selalu menjadi keluarga besar. Karena kebun raya ini akan menjadi kebanggaan Jembrana, Bali dan Indonesia,” pungkasnya.
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026