Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Bupati Klungkung Minta Tim Kotaku Bantu Pemetaan Kawasan Kumuh
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta tim lapangan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) membantu melakukan pemetaan lokasi kumuh di Kabupaten Klungkung. Pemetaan kawasan kumuh diperlukan dalam upaya mendukung program 100:0:100 yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung. Program 100:0:100 merupakan program dengan target pemenuhan ketersediaan 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, serta 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase.
Bupati Suwirta pada keteranganya saat menghadiri kegiatan Peresmian Kegiatan penataan Lingkungan Program Kotaku di Banjar Mergan Kelurahan Semarapura Klod Kangin pada pada Minggu (11/02) menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2017, Kabupaten Klungkung Melalui Program Kotaku mendapatkan total Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar Rp. 1.050.000.000. Dana tersebut tersebar di Tiga Desa meliputi Desa gelgel, Kelurahan Semarapura Klod Kangin dan Semarapura Kauh
Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (Satker PKP) Provinsi Bali Nurhadi menyampaikan bahwa Kabupaten Klungkung merupakan salah satu dari lima Kabupaten Kota di Provinsi Bali yang menjadi sasaran Program Kotaku. Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang memiliki beberapa kegiatan penunjang yakni pelatihan, infrastruktur dan kegiatan penunjang lainnya.
Nurhadi menjelaskan bahwa program ini sebagai salah satu langkah mewujudkan sasaran RPJMN 2015-2019 yaitu Kota Tanpa Pemukiman Kumuh pada tahun 2019. Dimana mewajibkan pemerintah daerah sebagai pelaku utama dalam penanganan pemukiman kumuh untuk mewujudkan pemukiman layak huni dan berkelanjutan. [bbn/rls/mul]
Reporter: Humas Klungkung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun