Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 2 Oktober 2026
Pesatnya Pertumbuhan Industri Fintech, OJK Mulai Menyusun Regulasi
Senin, 12 Maret 2018,
16:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com.Badung. Seiring pesatnya pertumbuhan industri Financial Technology (Fintech), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sedang menyusun regulasinya yang bertujuan untuk melindungi konsumen melalui pendekatan disiplin pasar sesuai Fintech yang fleksibel, mendorong pasar dan transparan.
[pilihan-redaksi]
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, pada semester I tahun ini OJK sedang menyusun peraturan terkait dengan Regulasi Fintech. Lebih lanjut, ia menyebutkan nantinya fokus regulasi pada poin perlindungan konsumen pada industri fintech, diharapkan sejalan dengan tugas OJK dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat serta mendorong inklusi keuangan di masyarakat.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, pada semester I tahun ini OJK sedang menyusun peraturan terkait dengan Regulasi Fintech. Lebih lanjut, ia menyebutkan nantinya fokus regulasi pada poin perlindungan konsumen pada industri fintech, diharapkan sejalan dengan tugas OJK dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat serta mendorong inklusi keuangan di masyarakat.
"Untuk melindungi kepentingan konsumen termasuk data nasabah, perusahaan fintech harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, seperti manajemen risiko. Sehingga, nantinya akan mampu mendorong transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab,
independensi dan keadilan," ungkapnya Senin, (12/3) di Nusa Dua.
Menurut Nurhaida, transparansi adalah faktor kunci keberhasilan pengembangan fintech, melalui sistem pelaporan yang jelas kepada konsumen dan kepada OJK.
“Untuk meningkatkan transparansi, harus ada standar tentang jenis informasi yang harus dimiliki fintech dan bagaimana detail informasi seharusnya. Laporan tersebut harus bisa dikonfirmasi oleh otoritas,” katanya.
[pilihan-redaksi2]
Disampaikan, transparansi informasi mengenai hak dan kewajiban para pihak seperti investor, peminjam, platform, bank koresponden menyangkut potensi pendapatan, potensi risiko, biaya-biaya, bagi hasil, manajemen risiko dan mitigasi jika terjadi kegagalan harus dibuka seluas-luasnya.
Disampaikan, transparansi informasi mengenai hak dan kewajiban para pihak seperti investor, peminjam, platform, bank koresponden menyangkut potensi pendapatan, potensi risiko, biaya-biaya, bagi hasil, manajemen risiko dan mitigasi jika terjadi kegagalan harus dibuka seluas-luasnya.
Sembari dirinya menambahkan, sampai Januari 2018, perusahaan peer to peer lending yang terdaftar di OJK sebanyak 36, yang berijin 1 perusahaan serta 42 perusahaan dalam proses pendaftaran. Dengan total pinjaman yang disalurkan perusahaan sampai Januari 2018 mencapai Rp 3 triliun atau meningkat 17,1% (ytd), dengan jumlah penyedia dana 115.897 meningkat 14,82% (ytd) dan jumlah peminjam 330.154 tumbuh 27,16% (ytd). (bbn/aga/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 316 Kali
02
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 251 Kali
03
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 224 Kali
04
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 223 Kali
05
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 199 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026