Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Bupati Eka Gemulai Ngayah Tari Rejang Renteng di Samsaman
Jumat, 30 Maret 2018,
16:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com.Tabanan, Dengan gerak gemulai, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ngayah menari Rejang Renteng di Pura Puseh lan Desa, Desa Pekraman (DP) Samsaman, Desa Kukuh, Kerambitan, Jumat (30/03) kemarin.
[pilihan-redaksi]
Selain gerakannya yang nan gemulai, Bupati yang akrab disapa Eka tersebut juga menari penuh dengan kebahagian bersama puluhan Ibu-ibu pengayah setempat. Begitupun dengan para Ibu-ibu, sangat bahagia dan merasa sangat bangga karena baru pertama-kalinya menari ditemani orang nomer satu di Tabanan, seakan tidak ada yang mampu menghalangi kegembiraan di wajah para ibu-ibu setempat.
Selain gerakannya yang nan gemulai, Bupati yang akrab disapa Eka tersebut juga menari penuh dengan kebahagian bersama puluhan Ibu-ibu pengayah setempat. Begitupun dengan para Ibu-ibu, sangat bahagia dan merasa sangat bangga karena baru pertama-kalinya menari ditemani orang nomer satu di Tabanan, seakan tidak ada yang mampu menghalangi kegembiraan di wajah para ibu-ibu setempat.
Kehadiran Bupati Eka ke Pura Puseh lan Desa DP. Samsaman dalam rangka memenuhi undangan masyarakat, sebagai penyaksi (menyaksikan) digelarnya Upacara Dewa Yadnya, Yaitu Ngenteg Linggih di Pura Puseh lan Desa DP. Samsaman, Kukuh, Kerambitan. Yang Puncaknya akan digrelar pada rahina Tumpek Landep, Sasih Kadasa, Sabtu (31/03) mendatang.
“Tiang merasa sangat bangga sekali, baru datang Saya sudah dipakaikan selendang merah dan diajak Ngayah menari Rejang Renteng, ibu-ibu disini sangat semangat sekali. Astungkara tanpa latihan Saya bisa mengikuti gerakannya meski dengan pormasi yang berbeda, Tepuk tangan kepada penari semua atas semangatnya”, ungkapnya.
Dirinya juga menegaskan, bahwa tari Rejang Renteng saat ini merupakan kesenian yang sangat populer di kalangan Ibu-Ibu. sehingga di kesempatan yang akan datang dirinya berniat untuk menggelar Kesenian Tari Rejang Renteng Masal yang melibatkan ibu-ibu di setiap Desa yang ada di Kabupaten Tabanan.
“Nanti kita akan buat massal, tapi nanti namanya kita akan buat beda sedikit dan lebih special, yaitu Rejang Renteng Serasi. Dan atributnyanya bukan kuning, tetapi hijau nanti karena dipinggir pantai. Personilnya akan mencapai 7000 lebih Ibu-Ibu”, tegas Eka.
Dari 7000-an Ibu-ibu tersebut nantinya di setiap Desa diharapkan bisa menurunkan personil sekitar 50 orang. Hal ini akan bisa mencapai rekor MURI, karena belum ada yang menggelar Tari Rejang Renteng Massal. Merupakan sebuah kebanggan bagi Tabanan, apalagi hal seperti merupakan ajang pelestarian adat, seni dan budaya Bali.
Dia juga mengungkapkan kebanggaannya atas persatuan mewujudkan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat Samsaman. Dari Pura hingga Balai Banjar dipuji Bupati Eka. Hal ini mencerminkan masyarakat samsaman sangat bersatu dan saling bekerja-sama.
[pilihan-redaksi2]
“Keliahatan ida dane iriki sami mesikian, cumpu, tidak pernah tengok kiri dan kanan. Dan Tiang yakin, ke depan Samsamin ini bisa tiang ajak membangun ring Tabanan. Sampunan pecah belah, terus bersatu. Karena sekali pecah maka meweh malih menyatukan. Kalau sudah bersatu, apapun program kedepan pasti terlaksana”, tegas Bupati Eka.
“Keliahatan ida dane iriki sami mesikian, cumpu, tidak pernah tengok kiri dan kanan. Dan Tiang yakin, ke depan Samsamin ini bisa tiang ajak membangun ring Tabanan. Sampunan pecah belah, terus bersatu. Karena sekali pecah maka meweh malih menyatukan. Kalau sudah bersatu, apapun program kedepan pasti terlaksana”, tegas Bupati Eka.
Bupati juga berharap, baik pembangunan di Tabanan maupun di Desa Pekraman dan Desa Dinas agar bisa dikomunikasikan dengan baik serta dikoordinasikan. Apapun masalahnya, harus disampaikan dalam forum, sehingga Pemerintah bisa tahu apa yang menjadi kendala di masyarakat.
“Ada Kepala Desa, ada Wakil Rakyat, Bendesa Adat, komunikasikan dengan semua. Sehingga tidak ada yang namanya Desa tertinggal di Tabanan, dan ini sangatlah penting," pesan Srikandi asal Tegeh, Angseri ini. (bbn/rlstbn/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1364 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1039 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 884 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 784 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026