Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Dadong Kreatif Sewakan Pelampung Berbentuk Bebek di Pantai Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dadong Wayan Marni termasuk lansia yang cukup kreatif dalam mengisi waktunya di hari tua. Wanita asli Belong, Sanur tersebut mengisi waktu luangnya dengan menyewakan pelampung berbentuk bebek di Pantai Sanur. Dimana satu pelampung berbentuk bebek disewakan kepada pengunjung Pantai Sanur seharga Rp. 10.000 per-pelampung.
[pilihan-redaksi]
“Ini hanya kerja sambilan kalau pekerjaan di rumah sudah selesai, sore jam 4.30 sore saya sudah di pantai untuk menyewakan pelampung, itu juga ada banyak saingan, kan banyak juga yang menyewakan” kata wanita 65 tahun tersebut ketika ditemui di Pantai Sanur, Denpasar pada Senin (16/4) sore.
Marni mengaku kini memiliki sekitar 20 pelampung berbentuk bebek yang setiap harinya dijajakan kepada pengunjung Pantai Sanur. Walaupun diakui pendapatannya tidak menentu tergantung tingkat kunjungan ke Pantai Sanur. “Kadang sama sekali tidak dapat dalam satu hari, tapi kadang saat ramai seperti hari Sabtu dan Minggu bisa dapat Rp. 50.000 – Rp. 100.000” ungkap Marni.
Menurut Marni, pelampung berbentuk bebek yang disewakan merupakan milik sendiri. Pelampung unik tersebut dibeli dengan uang hasil jerih payahnya sendiri dan dibeli secara bertahap. “kalau belinya saya nitip sama menantu saya, ini saya lakukan karena diam di rumah saja tidak baik” papar istri dari Ketut Bir.
[pilihan-redaksi2]
Marni termasuk wanita tangguh karena ia harus memompa pelampung bebek sendiri tanpa bantuan orang lain. Belum lagi, Dadong Marni harus menambal lubang yang terdapat pada pelampung yang disewakan. Tanganya terlihat masih cekatan memperbaiki dan menambal lubang-lubang yang terdapat dalam pelampung bebek yang disewakan.
Kendati masih tinggal bersama anak, menantu dan cucu, tetapi Dadong Marni tidak ingin menjadi beban bagi anaknya. Sebelum menyewakan pelampung, Marni mengaku sempat berjualan semangka dan membantu suami bekerja di sawah. Seiring dengan menurunnya kondisi badan, marni akhirnya memilih untuk berhenti berjualan.
Sementara suaminya kini masih bekerja sebagai petani penggarap dengan mengolah sawah seluas 20 are. “kalau suami ,masih bertani, itu juga hasilnya tidak menentu, karena tenaga sudah lemah sering hasil panen dijual di tempat” ujar Marni. [bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 796 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik