Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
April 2018, Inflasi Kota Denpasar Sebesar 0,07%
Kamis, 3 Mei 2018,
01:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat pada bulan April 2018 kota Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,07% jika dibandingkan dengan bulan Maret 2018 (m to m), dengan indeks harga konsumen sebesar 129,40.
[pilihan-redaksi]
Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan tingkat inflasi tahun kalender (y to d) tercatat sebesar 1,82% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (y to y) sebesar 3,23%. Lebih lanjut, ia menjelaskan inflasi April disumbang oleh beberapa kelompok konsumsi bahan makanan seperti naiknya harga daging ayam.
Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan tingkat inflasi tahun kalender (y to d) tercatat sebesar 1,82% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (y to y) sebesar 3,23%. Lebih lanjut, ia menjelaskan inflasi April disumbang oleh beberapa kelompok konsumsi bahan makanan seperti naiknya harga daging ayam.
Meski demikian, kata dia bahan makanan juga secara umum menjadi penyumbang deflasi negatif seperti turunnya harga beras karena suplai yang memadai.
"Naiknya harga komoditas daging ayam berserta turunannya secara akumulasi terkalahkan oleh turunnya harga beras," ungkapnya, Rabu (25) di kantor BPS Provinsi Bali, Renon Denpasar.
[pilihan-redaksi2]
Secara rinci dari rilis BPS dinyatakan adanya beberapa kelompok penyumbang inflasi April 2018 diantaranya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0564%; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0540%; kelompok sandang sebesar 0,0436%; kelompok kesehatah sebesar 0,0183% serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0003%.
Secara rinci dari rilis BPS dinyatakan adanya beberapa kelompok penyumbang inflasi April 2018 diantaranya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0564%; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0540%; kelompok sandang sebesar 0,0436%; kelompok kesehatah sebesar 0,0183% serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0003%.
"Tidak biasanya kelompok sandang di Bali mengalami peningkatan harga, dari pantauan di lapangan ternyata inflasi terjadi pada kelompok sandang disebabkan kain kebaya yang mengalami banyak permintaan dan sebagian juga oleh naiknya harga pembalut wanita," ungkapnya.
Sedangkan kelompok komoditas yang menyumbang deflasi adalah kelompom perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0485%.
Komoditas yang tercatat memberikan andil/sumbangan inflasi tertinggi pada April 2018 antara lain, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, air kemasan, bensin non subsidi dan tarif angkutan udara. Untuk April 2018 pada komponen inti mencapai 0,02% dengan andil inflasi sebesar 0,01%, komponen harga diatur pemerintah (administered) mengalami inflasi sebesar 0,50% dengan andil inflasi sebesar 0,09%. Sedangkan komponen bergejolak (volatile) justru mengalami deflasi sebesar 0,19% dengan andil deflasi sebesar 0,03%. (bbn/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 732 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 667 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 470 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026