Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Media Sosial Salah Satu Penyebab Cepatnya Penyebaran Paham Radikal
Selasa, 15 Mei 2018,
10:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Derasnya perkembangan media sosial ditengarai sebagai salah satu sebab cepatnya penyebaran pengaruh paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dikatakan Peneliti Kajian Pertahanan Keamanan Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Diandra Manko, Senin, (14/5) di Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Lebih lanjut, ia mengatakan jika masyarakat tidak mampu menyaring konten-konten terkait radikalisme maka, masyarakat akan sangat gampang diradikalkan pemikirannya dalam konten-konten yang kemungkinan ada dalam media sosial tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika masyarakat tidak mampu menyaring konten-konten terkait radikalisme maka, masyarakat akan sangat gampang diradikalkan pemikirannya dalam konten-konten yang kemungkinan ada dalam media sosial tersebut.
"Bisa dijadikan sebagai jalan atau sarana, untuk menyebarkan informasi baik yang radikal maupun non radikal. Serta, dipakai menebarkan konten-konten yang mampu meradikalkan seseorang atau masyarakat juga. Tentunya, seiring dengan semakin cepatnya perkembangan sosial media ditengah-tengah masyarakat itu juga," jelasnya.
Terkait dengan hal tersebut, kata dia penting juga bagi Pemerintah khususnya Badan Inteljen Nasional (BIN) memperhatikan, mana saja Web dengan konten-konten yang menggunakan paham-paham radikal serta mana saja Web yang tidak menggunakan konten-konten paham-paham radikal.
[pilihan-redaksi2]
"Memang Kominfo dan Inteljen sampai saat ini telah banyak menutup beberapa Web dan beberapa konten-konten lainnya terutama terkait dengan menyebarkan paham radikalisme. Akan tetapi, saya kira hal tersebut sangat perlu penyelusuran lebih lanjut lagi. Sehinga, mereka juga bisa mengetahui lebih jauh. Siapa saja yang mengakses Web tersebut," ujarnya.
"Memang Kominfo dan Inteljen sampai saat ini telah banyak menutup beberapa Web dan beberapa konten-konten lainnya terutama terkait dengan menyebarkan paham radikalisme. Akan tetapi, saya kira hal tersebut sangat perlu penyelusuran lebih lanjut lagi. Sehinga, mereka juga bisa mengetahui lebih jauh. Siapa saja yang mengakses Web tersebut," ujarnya.
Manko menambahkan melalui pemetaan semacam itu, maka bisa dilakukan seberapa banyak meski perlu melakukan kampanye terkait dengan paham radikalisme tersebut ke tengah-tengah masyarakat. Selain itu. menurutnya yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan baik itu mulai, sejak dini, SD sampai SMP perlu ditanamkan dengan nilai-nilai yang kuat. Misalnya, nilai terkait Kebinekaan maupun Toleransi.
"Jadi, jangan sampai anak usia dini cepat percaya dengan ide-ide untuk mencapai sesuatu itu dengan kekerasan. Tentu itu merupakan tindakan yang radikal," pungkasnya. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026