Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Media Sosial Salah Satu Penyebab Cepatnya Penyebaran Paham Radikal
Selasa, 15 Mei 2018,
10:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Derasnya perkembangan media sosial ditengarai sebagai salah satu sebab cepatnya penyebaran pengaruh paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dikatakan Peneliti Kajian Pertahanan Keamanan Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Diandra Manko, Senin, (14/5) di Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Lebih lanjut, ia mengatakan jika masyarakat tidak mampu menyaring konten-konten terkait radikalisme maka, masyarakat akan sangat gampang diradikalkan pemikirannya dalam konten-konten yang kemungkinan ada dalam media sosial tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika masyarakat tidak mampu menyaring konten-konten terkait radikalisme maka, masyarakat akan sangat gampang diradikalkan pemikirannya dalam konten-konten yang kemungkinan ada dalam media sosial tersebut.
"Bisa dijadikan sebagai jalan atau sarana, untuk menyebarkan informasi baik yang radikal maupun non radikal. Serta, dipakai menebarkan konten-konten yang mampu meradikalkan seseorang atau masyarakat juga. Tentunya, seiring dengan semakin cepatnya perkembangan sosial media ditengah-tengah masyarakat itu juga," jelasnya.
Terkait dengan hal tersebut, kata dia penting juga bagi Pemerintah khususnya Badan Inteljen Nasional (BIN) memperhatikan, mana saja Web dengan konten-konten yang menggunakan paham-paham radikal serta mana saja Web yang tidak menggunakan konten-konten paham-paham radikal.
[pilihan-redaksi2]
"Memang Kominfo dan Inteljen sampai saat ini telah banyak menutup beberapa Web dan beberapa konten-konten lainnya terutama terkait dengan menyebarkan paham radikalisme. Akan tetapi, saya kira hal tersebut sangat perlu penyelusuran lebih lanjut lagi. Sehinga, mereka juga bisa mengetahui lebih jauh. Siapa saja yang mengakses Web tersebut," ujarnya.
"Memang Kominfo dan Inteljen sampai saat ini telah banyak menutup beberapa Web dan beberapa konten-konten lainnya terutama terkait dengan menyebarkan paham radikalisme. Akan tetapi, saya kira hal tersebut sangat perlu penyelusuran lebih lanjut lagi. Sehinga, mereka juga bisa mengetahui lebih jauh. Siapa saja yang mengakses Web tersebut," ujarnya.
Manko menambahkan melalui pemetaan semacam itu, maka bisa dilakukan seberapa banyak meski perlu melakukan kampanye terkait dengan paham radikalisme tersebut ke tengah-tengah masyarakat. Selain itu. menurutnya yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan baik itu mulai, sejak dini, SD sampai SMP perlu ditanamkan dengan nilai-nilai yang kuat. Misalnya, nilai terkait Kebinekaan maupun Toleransi.
"Jadi, jangan sampai anak usia dini cepat percaya dengan ide-ide untuk mencapai sesuatu itu dengan kekerasan. Tentu itu merupakan tindakan yang radikal," pungkasnya. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026