Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Program Siaran TV Indonesia Dinilai Masih Belum Penuhi Standar KPI
Jumat, 15 Juni 2018,
14:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar, Akademisi Ahli Komunikasi Universitas Udayana menilai program siaran TV di Indonesia masih belum memenuhi standar indeks kualitas dengan nilai 4,00 seperti yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada periode lima (November-Desember 2016).
[pilihan-redaksi]
Ahli komunikasi Universitas Udayana, I Gusti Agung Alit Suryawati mengatakan secara umum tahun ini program siaran TV di Indonesia dinilai masih belum memenuhi standar indeks kualitas KPI sama. Ia mengusulkan perlu ada terobosan mengenai program acara yang lebih mengandung edukasi kepada masyarakat yakni edukasi tentang kesehatan, pendidikan, keselamatan, kebencanaan, diskriminasi, dan lain-lain.
Ahli komunikasi Universitas Udayana, I Gusti Agung Alit Suryawati mengatakan secara umum tahun ini program siaran TV di Indonesia dinilai masih belum memenuhi standar indeks kualitas KPI sama. Ia mengusulkan perlu ada terobosan mengenai program acara yang lebih mengandung edukasi kepada masyarakat yakni edukasi tentang kesehatan, pendidikan, keselamatan, kebencanaan, diskriminasi, dan lain-lain.
“Saya melihat perlu ada variasi konten program sinetron Indonesia yang lebih rasional dan ada filosofinya,” paparnya belum lama ini.
Hal ini terbukti dari daftar peringatan yang dipublikasikan oleh pihak KPI dalam laman resmi KPI, kpi.go.id. KPI pada Maret
2018. Dimana KPI sudah memberi sembilan peringatan tertulis terhadap beberapa stasiun tv di Indonesia yakni ANTV, MNC TV, RCTI, I-NEWS TV, dan TRANS 7. Hal itu belum termasuk peringatan lain yang diberikan di bulan-bulan sebelumnya pada tahun yang sama.
Suryawati yang juga pernah menjadi anggota KPID Bali ini juga menyarankan lembaga penyiaran agar lebih terbuka meminta masukan dari masyarakat pengguna, tokoh masyarakat, dan pendidik terkait program acara yang lebih bersifat mendidik.
[pilihan-redaksi2]
Respon dari masyarakat pun menyatakan hal yang sama. Seperti yang diungkapkan Ayasha, mahasiswa Sastra Inggris asal Universitas Gunadarma. Ia menilai sinetron yang ditayangkan di TV masih mengandung unsur negatif, banyak tanyangan-tayangan yang kurang mendidik dan tidak pantas ditonton anak kecil.
Respon dari masyarakat pun menyatakan hal yang sama. Seperti yang diungkapkan Ayasha, mahasiswa Sastra Inggris asal Universitas Gunadarma. Ia menilai sinetron yang ditayangkan di TV masih mengandung unsur negatif, banyak tanyangan-tayangan yang kurang mendidik dan tidak pantas ditonton anak kecil.
Senada dengan Ayasha, Eshter menyarankan agar stasiun TV di Indonesia memperbanyak program yang lebih edukatif dan lebih banyak program yang menambah ilmu, terlebih dengan maraknya hoax sekarang. "Acara-acara reality show palsu dan sejenisnya hapus sajalah,” tandas pegawai negeri asal Pontianak itu.
Adapun beberapa penelitian KPI sendiri telah dibantu oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Aduan masyarakat serta hasil penelitian lain dapat dilihat langsung di laman resmi Komisi Penyiaran Indonesia, kpi.go.id. (bbn/FisipUnud/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026