Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Duta Klungkung dan Denpasar Tampilkan Kisah Tantri di Gong Kebyar Anak-Anak
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Giliran duta kabupaten Klungkung dan duta kota Denpasar yang unjuk gigi dalam Parade Gong Kebyar Anak-Anak pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40, Kamis malam (5/7) di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar. Duta kabupaten Klungkung yakni Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Gentorang menampilkan fragmentari dengan lakon ‘Panas Dalam’.
Fragmentari ‘Panas Dalam’ mengisahkan kemarahan sekor monyet kepada Kedis Sangsiah yang berujung dengan perusakan sarang oleh monyet. Kisah ini mengajak penonton untuk tidak mengambil tindakan berdasar amarah belaka. Selain fragmentari Kelompok itujuga menampilkan tabuh dan tarian yang amat memukau.
“Kami menampilkan Tabuh Kreasi Pepanggulan “Api Caru”, rejangan Surya Namaskar”, dan tari Legong Kuntul,” tutur I Wayan Soma Baskara, Koordinator Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Gentorang. Bagi Baskara, mengurus kelangsuan kesenian ialah guna mempertanggung jawabkan ilmu yang didapatkan dalam perguruan tinggi.
Bila berbicara alasan mendasar dalam berkesenian lain lagi pendapat Koordinator Sekaa Gong Anak-anak Gurnita Raray selaku duta kota Denpasar, I Wayan Murta. “Berkesenian awalnya cuma hobi. Lama-lama jadi keterusan,” ucap Murta sembari menunjukan senyum tipisnya. Hal itu pula yang menjadikan dirinya menggarap penampilan Duta Kota Denpasar degan sepenuh hati.
“Kami menampilkan Tabuh Kreasi pepanggulan “Kumara Jaya”, Tari Rerejangan “Rejang Pratista”, Legong lasem, dan Fragmentari “Nyanggem Sadhu,” tutur I Wayan Murta. Frangmentari “Nyanggem Sadhu” mengisahkan sepasang kura-kura yang hendak berpindah dari tempat tinggalnya, Kundawati.
Dikisahkan seekor angsa mau membantunya asalkan menjalankan syarat yang diberikan. Kura-kura pun menyangguminya. Hanya saja di tengah perjalanan, tipu muslihat dua ekor anjing membawa kura-kura pada ajalnya. Telah lama berkecimpung dalam seni membuat Murta berharap agar seniman dapat lebih diperhatikan.[bbn/rls/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 929 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 772 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 586 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 549 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik