Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Industri Manufaktur di Bali: IBS Tumbuh 8,38%, IMK 8,95%

Sabtu, 4 Agustus 2018, 15:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Bali mencatat produksi manufaktur besar dan sedang (IBS) provinsi Bali triwulan II tahun 2018 tumbuh sebesar 8,38% sedangkan Industri manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) tumbuh 8,95%.
 
[pilihan-redaksi]
Data BPS menyebutkan angka pertumbuhan IBS tersebut merupakan di atas rata-rata nasional sebesar 1,49% pada periode yang sama. Sedangkan secara jika dibandingkan tahun lalu tumbuh sebesar 2,89%. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan nasional yakni sebesar 4,36% pada periode yang sama.  
 
Sebagian besar produksi IBS di provinsi Bali pada triwulan II-2018 tercatat mengalami pertumbuhan positif diantaranya; industri makanan tumbuh sebesar 21,06%, industri pengolahan lainnya sebesar 9,28%, industri minuman 7,65%, industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya tumbuh 0,93%, dan industri pakaian jadi tumbuh sebesar 0,27%. Sedangkan produksi IBS pada triwulan II-2018 yang mengalami pertumbuhan negatif hanya industri tekstil dengan minus 4,24%. 
 
Sementara itu produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) provinsi Bali pada triwulan II tahun 2018 tumbuh sebesar 8,95%. dibandingkan dengan triwulan I tahun 2018. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang tercatat 1,34% pada periode yang sama.
 
Pertumbuhan produksi IMK Bali yang memberikan kontribusi positif diantaranya; industri makanan sebesar 37,55%, industri kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya tumbuh sebesar 0,15%, Sedangkan produksi IMK di provinsi Bali triwulan II-2018 yang mengalami pertumbuhan negatif diantaranya; industri kulit dan alas kaki tercatat minus 13,43% dan industri furnitur tercatat minus 8,05%. (bbn/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami