Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 14 Agustus 2026
Industri Manufaktur di Bali: IBS Tumbuh 8,38%, IMK 8,95%
Sabtu, 4 Agustus 2018,
15:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Bali mencatat produksi manufaktur besar dan sedang (IBS) provinsi Bali triwulan II tahun 2018 tumbuh sebesar 8,38% sedangkan Industri manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) tumbuh 8,95%.
[pilihan-redaksi]
Data BPS menyebutkan angka pertumbuhan IBS tersebut merupakan di atas rata-rata nasional sebesar 1,49% pada periode yang sama. Sedangkan secara jika dibandingkan tahun lalu tumbuh sebesar 2,89%. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan nasional yakni sebesar 4,36% pada periode yang sama.
Data BPS menyebutkan angka pertumbuhan IBS tersebut merupakan di atas rata-rata nasional sebesar 1,49% pada periode yang sama. Sedangkan secara jika dibandingkan tahun lalu tumbuh sebesar 2,89%. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan nasional yakni sebesar 4,36% pada periode yang sama.
Sebagian besar produksi IBS di provinsi Bali pada triwulan II-2018 tercatat mengalami pertumbuhan positif diantaranya; industri makanan tumbuh sebesar 21,06%, industri pengolahan lainnya sebesar 9,28%, industri minuman 7,65%, industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya tumbuh 0,93%, dan industri pakaian jadi tumbuh sebesar 0,27%. Sedangkan produksi IBS pada triwulan II-2018 yang mengalami pertumbuhan negatif hanya industri tekstil dengan minus 4,24%.
Sementara itu produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) provinsi Bali pada triwulan II tahun 2018 tumbuh sebesar 8,95%. dibandingkan dengan triwulan I tahun 2018. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang tercatat 1,34% pada periode yang sama.
Pertumbuhan produksi IMK Bali yang memberikan kontribusi positif diantaranya; industri makanan sebesar 37,55%, industri kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya tumbuh sebesar 0,15%, Sedangkan produksi IMK di provinsi Bali triwulan II-2018 yang mengalami pertumbuhan negatif diantaranya; industri kulit dan alas kaki tercatat minus 13,43% dan industri furnitur tercatat minus 8,05%. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026