Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Generasi Jaman Sekarang Jarang Mengetahui Kisah Klasik Khas Bali

Rabu, 8 Agustus 2018, 20:10 WITA Follow
Beritabali.com

istimewa

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Generasi jaman sekarang jarang mengetahui kisah-kisah klasik khas Bali. Selain itu generasi milenial ini kesulitan memahami cerita rakyat, sehingga tidak jarang menjadi kendala dalam menggarap pertunjukkan seni seperti kisah Rajapala. Hal tersebut diakui Pembina dari Sanggar Tari dan Tabuh Wibisana, Banjar Tegal Jaya, Kecamatan Kuta Utara disela-sela pementasan sendratari yang bertajuk Rajapala di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Selasa (7/8) serangkaian acara Bali Mandara  Mahalango 2018.

“Banyak penampil yang tidak tahu secara dalam kisah Rajapala ini, jadi saling berbagi dan belajarlah,” tutur Ni Kadek Ayu Mirah Kusumawardani. Meski demikian, Mirah tetap berusaha menghadirkan kisah Rajapala di Kalangan Ayodya, Taman Budaya.

Sendratari yang bertajuk Rajapala ini mengisahkan petualangan cinta Rajapala yang menikahi seorang bidadari bernama Dewi Supraba. Pernikahan ini dapat berlangsung karena Rajapala mencuri selendang Dewi Supraba yang akan digunakan untuk terbang ke kahyangan. Setelah memiliki seorang buah hati bernama Durma, Dewi Supraba pun mengetahui kebohongan Rajapala. Sehingga Dewi Supraba pun memutuskan untuk kembali ke kahyangan.

Meski sempat mengalami kesulitan diawal garapan, namun Sendratari Rajapala ini akhirnya berlangsung dengan cukup baik. Hanya saja penampilan Sanggar Tari dan Tabuh Wibisana belum maksimal untuk ukuran penampil di acara sekelas Bali Mandara Mahalango. Penggunaan properti yang masih medekati kesan tradisional menambah kesan etnik dalam Sendratari Rajapala ala Sanggar Wibisana ini.

Dalam mempersiapkan garapannya, Mirah turut dibantu sang ayah, Nengah Rajendra yang juga berprofesi sebagai seorang seniman. “Cerita yang kami garap ini betul-betul menggunakan cerita Rajapala terdahulu, kami berusaha untuk menghadirkan Rajapala yang orisinil,” terang Rajendra.

Tampilnya Sanggar Tari dan Tabuh Wibisana ini merupakan kali pertama dalam Bali Mandara Mahalango. “Kami mengajukan proposal agar dapat tampil, lalu akhirnya diterima oleh pihak dinas terkait,” ungkap Rajendra.

Tak banyak yang bisa diharapkan Mirah dan Rajendra. Mendapat kesempatan tampil dalam Bali Mandara Mahalango adalah pengalaman yang luar biasa bagi anak dan ayah ini. Meski demikian, sebagai seorang seniman, baik Mirah maupun Rajendra sama-sama merindukan sebuah apresiasi dari masyarakat.[bbn/rls/mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami