Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Bali Perlu Pembangkit Listrik Mandiri dan Ramah Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan kedepan Bali memerlukan pembangkit listrik yang mandiri dan ramah lingkungan. Mengingat selama ini Bali masih mengandalkan pasokan Listrik dari Jawa, sehingga Bali belum bisa mandiri listrik. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audensi rombongan PT. PLN wilayah Bali yang langsung dipimpin oleh Direktur Regional JTBN Djoko Abumanan dan General Manager PT. PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa di ruang rapat Rumah Transisi, Kamis (13/9).
"Bali terus berkembang oleh karena itu harus bisa menyediakan kebutuhan listrik terutama terkait Bali menjadi daerah tujuan wisata dunia, yang bisa menjamin kepastian, keberlangsungan dan keberlanjutan layanan yang membutuhkan energi listrik. Kedepan saya memiliki visi membangun Bali dengan tetap memperhatikan lingkungan salah satunya bisa membangun pembangkit listrik berbahan bakar renewable yakni gas, sehingga Bali kedepan bisa mandiri listrik, kebutuhan akan listrik bisa terpenuhi, " tegas Koster.
Disamping visi tersebut, rencana pembangunan pembangkit yang dirancang PT. PLN juga mendapat dukungan Gubernur Koster. "Saya pada dasarnya mendukung rencana PT. PLN demi pemenuhan kebutuhan listrik di Bali, semoga bisa segera direalisasikan agar pembangunan Bali kedepan bisa dirancang seiring pertumbuhan yang ada," ujar Koster.
Direktur Regional JTBN Djoko Abumanan menyampaikan bahwa kebutuhan listrik Bali kedepan tidak hanya dirancang untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari saja, tapi juga pemenuhan kebutuhan terhadap kegiatan besar yang sering diselenggarakan di Bali. Dimana saat ini kondisi kelistrikan di Bali hampir tidak mengalami pertumbuhan sejak tahun 2016. PT. PLN dalam waktu dekat berencana membangun 2 pembangkit listrik baru untuk daerah barat dan timur Bali, yang untuk awal diklaim menghasilkan masing-masing sekitar 25 MW.
Jumlah daya listrik yang ada sebesar 1200 MW dengan tingkat kebutuhan beban puncak mencapai 850 MW, sehingga hanya tersisa 350 MW sebagai cadangan. "dari tahun 2016 tidak tumbuh, biasanya tiap tahun kita tumbuh sekitar 12% atau 100 MW. Kondisi saat ini masih aman, tapi kita tetap harus siapkan untuk Bali dimasa yang akan datang melihat perkembangannya yang begitu pesat, " ujar Djoko Abumanan.[bbn/rlspemprov/mul]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun