Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Bali dan Nusa Tenggara Diapit Dua Pembangkit Gempabumi
Rabu, 3 Oktober 2018,
07:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Peristiwa gempabumi yang kerap terjadi di Bali hingga Nusa Tenggara Timur, dipicu oleh dua formasi geologi pembangkit gempabumi. Pertama adalah penunjaman lempeng tektonik Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.
[pilihan-redaksi]
Lempeng tersebut berdinamika membentuk jalur gempabumi memanjang dari Andaman-Nicobar-Sumatera- Selatan Jawa- Selatan Bali-Nusa Tenggara hingga Laut Banda. Jalur ini sangat aktif membangkitkan gempabumi dalam berbagai kekuatan dan kedalaman.
Bahkan pusat gempabumi mencapai kedalaman diatas 500 kilometer di kawasan busur kepulauan Bali-Nusa Tenggara.
Kedua yaitu patahan naik belakang busur kepulauan atau biasa disebut Back Arc Thrust. Patahan ini memanjang dari Flores melewati utara NTB dan perpanjangnya hingga ke laut Bali di sebelah utara Pulau Bali. Ciri dari gempabumi yang dihasilkan adalah memiliki kedalaman dangkal. Apabila gempabumi berkekuatan magnitude besar terjadi di jalur ini akan berakibat sangat merusak.
Selain getaran tanah yang bergejolak, kerap membawa bencana susulan seperti tanah longsor dan Tsunami. Gempabumi Bali 22 November 1815, Gejer Bali 21 Januari 1917, gempabumi-Tsunami Flores 12 Desember 1992 dan gempabumi Alor 4 November 2015 disebabkan oleh pergerakan dua blok batuan besar di zona patahan ini.
Upaya Mitigasi
Gempabumi memiliki kecenderungan berulang namun belum dapat diprediksi presisi kapan waktunya. Menyadari potensi ancaman yang tidak terpredisi ini, langkah-langkah pengurangan resiko bencana mutlak dilaksanakan untuk antisipasi di masa mendatang.
BMKG yang bekerjasama dengan LIPI, BNPB dan TNI-AL melakukan kegiatan pelatihan antisipasi bencana Tsunami di Buleleng pada tanggal 8-10 Desember 2010.
[pilihan-redaksi2]
Kegiatan yang bertajuk Evakuasi Mandiri Bagi Masyarakat Pantai Terhadap Bahaya Tsunami tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman akan Tsunami dan tindakan apa yang harus diambil ketika bencana datang.
Pada tahun 2015, BMKG memasang sirine peringatan dini Tsunami di Lapangan Umum Seririt. Sirine ini diresmikan dan dicobakan pertama kali pada tanggal 29 September 2015. Perintah pembunyian dilaksanakan dari Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Bali di Renon Denpasar.
Sirine yang terintegrasi ke sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) ini diharapkan dapat memberikan peringatan kepada warga sebelum Tsunami menerjang.
Terdapat celah waktu antara gempabumi dan kedatangan Tsunami, celah waktu ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menyelamatkan jiwa. [bbn/rst/berbagai sumber/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026