Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Gaya Hidup Masyarakat Bali Selatan Cenderung Mengarah ke Kehidupan Mewah
Dampak Perkembangan Pariwisata di Bali Selatan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Perilaku konsumtif masyarakat akibat perkembangan pariwisata telah membawa dampak pada berubahnya tata nilai hidup manusia di wilayah Bali Selatan. Dimana kebiasaan dan gaya hidup masyarakat Bali Selatan telah berubah menuju ke arah kehidupan mewah dan cenderung berlebihan.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam artikel ilmiah yang berjudul “Analisis Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Wilayah Bali Selatan” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas, Volume 1, Nomor 2 tahun 2017.
Para peneliti yang terdiri dari I Nyoman Urbanus dan Febianti menuliskan bahwa pola hidup konsumtif dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal adalah faktor dari dalam diri individu, termasuk motivasi, harga diri, observasi, proses belajar, kepribadian, dan konsep diri. Sedangkan, faktor eksternal adalah faktor di luar individu, termasuk kebudayaan, kelas sosial, kelompok-kelompok sosial dan referensi serta keluarga.
[pilihan-redaksi2]
Para peneliti yang berasal dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional memberikan analisis dampak negatif dari perilaku konsumtif, seperti dapat membiasakan seseorang untuk memiliki pola hidup boros, dapat membuat orang menjadi tidak lagi membedakan antara kebutuhan atau sekedar keinginan, dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencuri, menodong, menjadi pemeras, membunuh dan melacur, dan apabila perilaku ini berkelanjutan bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang merugikan negara. Sedangkan, dampak positif perilaku konsumtif, dapat menghilangkan stres dan mengikuti perkembangan jaman.
Perkembangan sektor pariwisata harus diakui telah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan serta memberikan manfaat terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Dengan perkembangan sektor pariwisata memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pemerintah terutama dari segi pembiayaan.
Disisi lain, pembangunan pariwisata juga membutuhkan air bersih dan listrik, yang menyebabkan penggunaannya semakain banyak dan berdampak menurunnya jumlah sumber daya alam. Ditambah dengan adanya prilaku konsumtif masyarakat akan memperparah kondisi yang bisa menyebabkan degradasi lingkungan. [bbn/ Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8291 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5733 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3580 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2424 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar