Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Aliansi Semeton Bali Gelar Aksi Tolak Organisasi Terlarang HTI

Rabu, 31 Oktober 2018, 15:25 WITA Follow
Beritabali.com

Swastika Bali for Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sejumlah organisasi masyarakat dari berbagai eleman tergabung dalam aliansi "Semeton Bali" mengadakan aksi menolak organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang membuat keresahan masyarakat Bali di lapangan Renon, Denpasar pada Rabu (31/10).  
 
Sejumlah elemen yang tergabung dalam wadah Semeton Bali ini diantaranya terdiri dari Sandhi Murti Indonesia, Patriot Garuda Bangsa (PGN), Ganaspati, Jimbaran Bersatu, Ikawangi Dewata, Sanur Bersatu, Pawargo, PC GP Ansor Denpasar, Swastika Bali, RTM 1171, EMJI, WWW, GK-Ladies, KBPS, RPB, KH. Mustofa al-Amin, FPNKRI, PW Ansor Bali, PW NU Bali. Mereka menyatakan sikap menolak keras HTI beserta paham ideologi yakni khilafah yang diusungnya dimanapun baik di wilayah Bali ataupun di setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
 
Nyoman Kartika selaku Koordinator Aksi dari ormas Swastika Bali menjelaskan aksi ini membawa pesan agar masyarakat Bali sadar dan waspada akan bahaya radikalisme HTI sebagai organisasi yang sudah dibubarkan secara nasional oleh pemerintah. Kedua, lanjutnya menekankan pemerintah agar lebih bersikap tegas terhadap tindakan yang terindikasi radikalisme yang tercermin dari HTI. 
 
"Kami lihat pemerintah sepertinya gamang tidak menindak tegas oknum yang masih menginginkan keberadaan HTI kembali," ujarnya, Rabu (31/10).
 
Terakhir, kata dia aksi ini untuk mengingatkan mereka para simpatisan eks HTI agar tidak melakukan kegiatan terselubung di pulau Dewata yang jelas-jelas menolak paham yang mengajarkan intoleran.   
 
Ia menambahkan gerakan ini juga sebagai wujud kepedulian terhadap Bali, serta kegiatan nyata untuk ”Ngardi Bali Santi”. 
 
"Semeton Bali sudah seharusnya ikut ambil bagian dalam kegiatan yang sifatnya kegiatan kebangsaan. Salah satunya, ikut menangkal kegiatan radikal yang bisa merusak kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45," paparnya. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami