Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penertiban Usaha Pariwisata Berpengaruh pada Turunnya Kunjungan Wisman Tiongkok

Selasa, 13 November 2018, 06:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Terkait isu penertiban mafia usaha pariwisata yang melayani wisatawan Tiongkok dianggap merugikan Bali tidak akan terlalu berpengaruh pada target 20 juta kunjungan wisatawan ke Indonesia tetapi akan berdampak pada kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia. 
 

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya berharap kedepan dapat bertemu langsung dengan Menpar Tiongkok untuk membahas persoalan ini dan menekankan kesepakatan yang sudah terjalin sebelumnya. "Dulu kita sepakat, salah satu hal yang paling efektif adalah membuat white list. Jadi, hanya travel agen, whole seller yang terdaftar boleh beroperasi di kedua negara dimana pada saat itu industri pariwisata Indonesia diwakili ASITA sepakat mengeluarkan listnya begitu juga industri wisata disana," katanya, Senin 12/11) di Nusa Dua.
 
Menurutnya, jika perusahaan travel tidak ada dalam dafar maka tidak diperbolehkan. Sedangkan, jika perusahaan ada di dalam daftar nekat melakukan kenakalan, maka tentu ijinnya akan segera dicabut.
 
"Tiga tahun lalu, dua kali kita sudah sepakat dengan Menpar Tiongkok. Yang mana, kondisi ini memang terjadi diseluruh Indonesia. Bukan hanya di Bali saja. Di Thailand dulu juga sempat paling ramai, dengan istilah "zero dolar tour, zero Fee tour,". Ini dua istilah yang digunakan, dan tidak hanya terjadi di Bali. Ini terjadi di seluruh dunia dan salah satunya di Bali dan hal inilah yang akan kita atasi sekarang," tandasnya. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami