Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Penataan Subak Padanggalak untuk Destinasi Wisata dan Sekolah Alam
Senin, 26 November 2018,
16:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Subak Padanggalak, Kesiman Kertalangu, Denpasar kini kembali ditata untuk dijadikan tempat destinasi wisata dan dijadikan sekolah alam bagi siswa sekolah dasar yang ada di lingkungan setempat.
Penataan dilakukan mulai dari perbaikan jogging track yang telah ada selama ini. Demikian disampaikan Perbekel Kesiman Kertalangu, I Made Suena, Senin (26/11) saat ditemui di sela menghadiri evaluasi TP PKK di Kelurahan Kesiman.
Disamping penataan jogging track juga dilakukan penataan aliran sungai yang menuju ke subak Padanggalak sehingga pengaturan air dapat dilaksanakan dengan baik. Dia menjelaskan penataan pada subak tersebut sebenarnya sudah dilakukan pada tahun 2016 lalu. Bahkan penataan subak sebagai tempat edukasi bagi siswa ia mengklaim bahwa di sana paling pertama di Denpasar.
"Saat ini kita kembali tata Subak Padanggalak itu dengan melibatkan pengurus subak (pekaseh). Karena setiap siswa melakukan kelas alam di sana agar dijelaskan secara rinci apa saja komponen yang ada di sistem subak," terangnya.
Sistem subak tersebut dia mengaku siswa akan diberikan pengetahuan tentang irigasi. Seperti mana yang bernama pundukan, pengempelan, gerugan, sampai nama-nama alat yang digunakan dalam mengolah areal persawahan agar siap ditanam bibit padi. Dengan demikian para siswa yang ada di sana menjadi lebih paham tentang subak, dan tidak sekedar melihat saja lantaran akan dipandu langsung oleh pengurus subak tersebut.
Suena memaparkan keseluruhan kawasan subak seluas 80 hektare. Namun panjang jogging track yang sudah dibangun di sana sepanjang 1,5 kilometer saja. Pada sepanjang pinggiran jogging track itulah pihaknya akan mengisi sistem irigasi tersebut, sehingga sambil berjalan bisa dijelaskan langsung oleh pemandu dari pekaseh.
"Pada beberapa titik sepanjang jalan itu juga kita akan tanam pohon dan tanaman yang biasanya ditemui di persawahan. Tetapi kami utamakan tanaman yang sering digunakan bahan pelengkap upakara, ini juga sangat berpengaruh terhadap pengetahuan siswa. Selain teori mereka juga dapat secara langsung melihat atau praktiknya," ucap dia.
Peluncuran subak tersebut sebagai tempat edukasi siswa Suena mengaku pada awal tahun 2019. Sedangkan terkait siswa, ia akan bekerjasama dengan 10 sekokah dasar negeri maupun swasta yang ada di desa setempat. Begitu juga dengan sekolah Taman Kanak-Kanak yang akan dijadwalkan setiap akhir pekan secara bergantian.
"Kalau untuk pesertanya kita sudah didukung oleh sekolah SD dan TK di lingkungan desa. Kita fokuskan dulu dari desa terlebih dahulu, secara bertahal baru kita buka untuk umum. Selain nama-nama alat dan tempat pada persawahan, dari pemandu juga akan ada menjelaskan proses upacara yang dilakukan di persawahan. Mulai dari membuat bibit padi sampai upacara setelah panen padi," imbuh Suena.
Berita Premium
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 993 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 801 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 617 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 573 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026