Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 16 September 2026
I Gede Puja, Penekun Wariga yang Nyastra
Minggu, 30 Desember 2018,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Tatkala perang puputan Badung meletus tanggal 20 September 1906, I Gede Puja mengaku telah berumur 7 bulan. Sang ibu memomongnya dengan penuh rasa takut, kalau-kalau rumahnya kena sasaran meriam Belanda. Serangan besar besaran terhadap kerajaan Badung.
[pilihan-redaksi]
Masa-masa dimana I gede Puja masih bayi memang tak begitu mudah dilupakan oleh ayahnya. I Gede Puja harus dibesarkan dalam suasana perang. Setelah Badung jatuh oleh serangan Belanda, wilayah Badung menjadi daerah taklukan penjajah Belanda.
Masa-masa dimana I gede Puja masih bayi memang tak begitu mudah dilupakan oleh ayahnya. I Gede Puja harus dibesarkan dalam suasana perang. Setelah Badung jatuh oleh serangan Belanda, wilayah Badung menjadi daerah taklukan penjajah Belanda.
Ketika berumur 12 tahun, Puja sempat memperoleh pendidikan SR oleh suatu sebab, mengingat ia bukan seorang kaya atau seorang ningrat, Puja tak punya keinginan melanjutkan ke sekolah Belanda. Puja sendiri kemudian mengambil sikap untuk belajar di rumah, memperdalam pemahamannya tentang sastra kawi.
Memasuki usia 23 tahun, ia berguru kepada sulinggih Ida Rai Glogor. Dari tokoh ini ia sering melakukan perdebatan-perdebatan filosofis dari belajar sastra Kawi secara mendalam. Pada masa-masa yang sama ia juga belajar mewirama kepada Wayan Reta.
[pilihan-redaksi2]
Tahun 1940-an di wilayah Denpasar Selatan, Puja adalah satu satunya tokoh sastra. Pada tahun ini pula ia telah menjadi guru sastra kawi. Ia masih ingat murid kesayangannya yang paling pandai. Yakni I Nyoman Gardu dari Samping Buni, Denpasar. Puja adalah tokoh pertama pelopor pendiri seka pesantian pertama Denpasar
Tahun 1940-an di wilayah Denpasar Selatan, Puja adalah satu satunya tokoh sastra. Pada tahun ini pula ia telah menjadi guru sastra kawi. Ia masih ingat murid kesayangannya yang paling pandai. Yakni I Nyoman Gardu dari Samping Buni, Denpasar. Puja adalah tokoh pertama pelopor pendiri seka pesantian pertama Denpasar
Perjalanan hampir 92 tahun memang sangat melelahkan. Sekarang ia lupa segala pengambarannya di masa silam. Kegiatannya sehari-hari kini hanya membaca dan membaca, tanpa kuasa lagi melanjutkan bait-bait wirama dengan indah. Suaranya sudah mulai parau. Atas pengabdiannya yang tulus Itu di jagat sastra, Puja pun mendapat pengakuan pemerintah. Tahun 1975 ia dianugrahi Piagam Penghargaan Garjita Budaya oleh Bupati Badung I Wayan Dana. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5489 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2310 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1114 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026