Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 2 November 2026
I Gede Puja, Penekun Wariga yang Nyastra
Minggu, 30 Desember 2018,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Tatkala perang puputan Badung meletus tanggal 20 September 1906, I Gede Puja mengaku telah berumur 7 bulan. Sang ibu memomongnya dengan penuh rasa takut, kalau-kalau rumahnya kena sasaran meriam Belanda. Serangan besar besaran terhadap kerajaan Badung.
[pilihan-redaksi]
Masa-masa dimana I gede Puja masih bayi memang tak begitu mudah dilupakan oleh ayahnya. I Gede Puja harus dibesarkan dalam suasana perang. Setelah Badung jatuh oleh serangan Belanda, wilayah Badung menjadi daerah taklukan penjajah Belanda.
Masa-masa dimana I gede Puja masih bayi memang tak begitu mudah dilupakan oleh ayahnya. I Gede Puja harus dibesarkan dalam suasana perang. Setelah Badung jatuh oleh serangan Belanda, wilayah Badung menjadi daerah taklukan penjajah Belanda.
Ketika berumur 12 tahun, Puja sempat memperoleh pendidikan SR oleh suatu sebab, mengingat ia bukan seorang kaya atau seorang ningrat, Puja tak punya keinginan melanjutkan ke sekolah Belanda. Puja sendiri kemudian mengambil sikap untuk belajar di rumah, memperdalam pemahamannya tentang sastra kawi.
Memasuki usia 23 tahun, ia berguru kepada sulinggih Ida Rai Glogor. Dari tokoh ini ia sering melakukan perdebatan-perdebatan filosofis dari belajar sastra Kawi secara mendalam. Pada masa-masa yang sama ia juga belajar mewirama kepada Wayan Reta.
[pilihan-redaksi2]
Tahun 1940-an di wilayah Denpasar Selatan, Puja adalah satu satunya tokoh sastra. Pada tahun ini pula ia telah menjadi guru sastra kawi. Ia masih ingat murid kesayangannya yang paling pandai. Yakni I Nyoman Gardu dari Samping Buni, Denpasar. Puja adalah tokoh pertama pelopor pendiri seka pesantian pertama Denpasar
Tahun 1940-an di wilayah Denpasar Selatan, Puja adalah satu satunya tokoh sastra. Pada tahun ini pula ia telah menjadi guru sastra kawi. Ia masih ingat murid kesayangannya yang paling pandai. Yakni I Nyoman Gardu dari Samping Buni, Denpasar. Puja adalah tokoh pertama pelopor pendiri seka pesantian pertama Denpasar
Perjalanan hampir 92 tahun memang sangat melelahkan. Sekarang ia lupa segala pengambarannya di masa silam. Kegiatannya sehari-hari kini hanya membaca dan membaca, tanpa kuasa lagi melanjutkan bait-bait wirama dengan indah. Suaranya sudah mulai parau. Atas pengabdiannya yang tulus Itu di jagat sastra, Puja pun mendapat pengakuan pemerintah. Tahun 1975 ia dianugrahi Piagam Penghargaan Garjita Budaya oleh Bupati Badung I Wayan Dana. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
02
03
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 307 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 186 Kali
05
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 101 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026