Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kasus Dugaan Penipuan Emas, 23 Korban Laporkan Rugi Rp6,8 Miliar ke Polda Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali menerima laporan dari 23 warga terkait dugaan penipuan dan penggelapan dalam transaksi jual beli emas dengan PT New Emas Now. Laporan tersebut diterima pada Jumat (11/9/2026).
Para pelapor yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga mengaku telah menyerahkan emas kepada perusahaan, namun pembayaran hasil penjualan tidak diterima. Total kerugian yang dilaporkan 23 korban mencapai Rp6.800.022.105.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy membenarkan adanya laporan tersebut. Perkara itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana dalam transaksi jual beli emas dengan PT New Emas Now.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/782/IX/2026/SPKT/POLDA BALI tanggal 11 September 2026, terdapat tiga orang yang dilaporkan. Mereka masing-masing berinisial ML selaku direktur keuangan perusahaan, serta PAL dan JKR yang disebut merupakan bagian internal perusahaan.
"Jadi, ada tiga orang yang dilaporkan, masing-masing berinisial PAL, JKR dan ML. Sementara laporan tersebut masuk dalam satu berkas perkara," bebernya, Rabu 16 September 2026.
Menurut keterangan salah seorang pelapor berinisial L (51), persoalan bermula ketika dirinya memperoleh informasi melalui website perusahaan yang menawarkan pembelian kembali atau buyback emas dengan harga tinggi.
L kemudian mendatangi kantor PT New Emas Now di Jalan Raya Puputan No. 8, Renon, Denpasar, untuk menjual logam mulia dan perhiasan emas miliknya.
Setelah transaksi pertama, L kembali melakukan transaksi hingga sebanyak 21 kali. Transaksi tersebut berlangsung sejak 26 Mei hingga 29 Juni 2026.
"Korban transaksi sebanyak 21 kali transaksi dan diterima oleh terlapor ML terhitung sejak tanggal 26 Mei 2026 sampai 29 Juni 2026 dengan jumlah total keseluruhan sebesar 197,250 gram atau senilai Rp676.710.022," ungkapnya.
Pembayaran hasil transaksi disebut memiliki waktu jatuh tempo yang ditentukan oleh perusahaan. Namun, hingga laporan dibuat, L mengaku belum menerima pembayaran tersebut.
L juga telah mengirimkan somasi sebanyak dua kali, tetapi tidak memperoleh tanggapan. Korban kemudian kembali mendatangi kantor PT New Emas Now pada 4 dan 8 Juli 2026.
Saat datang ke lokasi, kantor tersebut disebut telah tutup. Di tempat itu, L bertemu dengan 22 orang lainnya yang mengaku mengalami persoalan serupa, yakni emas yang telah diserahkan kepada perusahaan belum mendapatkan pembayaran.
"Sehingga para korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bali," bebernya.
Ariasandy menegaskan laporan para korban telah diterima penyidik Polda Bali. Saat ini perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan laporan dari para korban dijadikan satu berkas perkara.
"Total kerugian yang dilaporkan 23 korban mencapai Rp6.800.022.105. Laporan masih diselidiki," bebernya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan