Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Tradisi Nyepi Desa Adat Ababi, Warga Laki Wajib Melaksanakan Tugas Para Istri
Minggu, 6 Januari 2019,
18:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setiap Tilem Sasih Kepitu, warga laki-laki (suami) di desa Adat Ababi mempunyai ritual unik yang merupakan bagian dari tradisi Nyepi Desa, yakni diharuskan melaksanakan tugas sehari-hari para wanita (istri) seperti yang terjadi pada Minggu (6/1).
Ritual nyepi Desa ini hanya berlaku bagi kaum perempuan (istri) saja. Sehari menjelang Nyepi Desa ini yang bertepatan dengan hari raya Kuningan (05/01) didahului dengan ritual "Mejurag Nasi Takepan". Ritual ini dilaksanakan di Pura Ulun Suwi Desa setempat.
“Saat nyepi berlangsung, tugas rumah tangga para istri, seperti memasak, mencuci dikerjakan oleh para lelaki hingga Nyepi selesai,” kata Kelian Desa Adat Ababi, I Gede Pasek Ariana.
Sebelum ritual itu dilaksanakan, persembahyangan bersama menjadi awal dari ritual "Mejurag Nasi Takepan" ini. Setelah persembahyangan dilakukan, para lelaki kemudian menyebar mengitari areal pura bersiap untuk berebut nasi takepan. Nasi takepan sendiri berupa nasi yang dibungkus menggunakan daun jaka sekitar 45 bungkus Takepan.
Nasi inilah yang nantinya akan diperebutkan oleh para lelaki. Begitu didapat nasi akan langsung dimakan dan sebagian akan dibawa pulang untuk ditaburkan di pekarangan rumahnya atau kebun yang diyakini mampu mendatangkan kemakmuran.
Nyepi Desa ini rupanya tidak hanya khusus untuk para wanita (istri) saja, berselang sekitar 1 bulan tradisi serupa juga dilaksanakan yaitu pada Sasih Kaulu hanya saja yang mengikuti tradisi ini khusus untuk kaum pria saja. Untuk ritualnya hampir sama hanya saja dilakukan di pura yang berbeda yakni pura Dalem Desa adat setempat.
Dijelaskan Bendesa Adat, ritual "Mejurag Nasi Takepan" ini memiliki makna sebagai wujud syukur kepada sang pencipta atas anugrah hasil perkebunan yang melimpah. Warga memiliki keyakinan bahwa nasi Takepan dari ritual ini dipercaya bisa memberikan kesuburan wilayah Desa setempat.
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2949 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026