Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tradisi Nyepi Desa Adat Ababi, Warga Laki Wajib Melaksanakan Tugas Para Istri
Minggu, 6 Januari 2019,
18:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setiap Tilem Sasih Kepitu, warga laki-laki (suami) di desa Adat Ababi mempunyai ritual unik yang merupakan bagian dari tradisi Nyepi Desa, yakni diharuskan melaksanakan tugas sehari-hari para wanita (istri) seperti yang terjadi pada Minggu (6/1).
Ritual nyepi Desa ini hanya berlaku bagi kaum perempuan (istri) saja. Sehari menjelang Nyepi Desa ini yang bertepatan dengan hari raya Kuningan (05/01) didahului dengan ritual "Mejurag Nasi Takepan". Ritual ini dilaksanakan di Pura Ulun Suwi Desa setempat.
“Saat nyepi berlangsung, tugas rumah tangga para istri, seperti memasak, mencuci dikerjakan oleh para lelaki hingga Nyepi selesai,” kata Kelian Desa Adat Ababi, I Gede Pasek Ariana.
Sebelum ritual itu dilaksanakan, persembahyangan bersama menjadi awal dari ritual "Mejurag Nasi Takepan" ini. Setelah persembahyangan dilakukan, para lelaki kemudian menyebar mengitari areal pura bersiap untuk berebut nasi takepan. Nasi takepan sendiri berupa nasi yang dibungkus menggunakan daun jaka sekitar 45 bungkus Takepan.
Nasi inilah yang nantinya akan diperebutkan oleh para lelaki. Begitu didapat nasi akan langsung dimakan dan sebagian akan dibawa pulang untuk ditaburkan di pekarangan rumahnya atau kebun yang diyakini mampu mendatangkan kemakmuran.
Nyepi Desa ini rupanya tidak hanya khusus untuk para wanita (istri) saja, berselang sekitar 1 bulan tradisi serupa juga dilaksanakan yaitu pada Sasih Kaulu hanya saja yang mengikuti tradisi ini khusus untuk kaum pria saja. Untuk ritualnya hampir sama hanya saja dilakukan di pura yang berbeda yakni pura Dalem Desa adat setempat.
Dijelaskan Bendesa Adat, ritual "Mejurag Nasi Takepan" ini memiliki makna sebagai wujud syukur kepada sang pencipta atas anugrah hasil perkebunan yang melimpah. Warga memiliki keyakinan bahwa nasi Takepan dari ritual ini dipercaya bisa memberikan kesuburan wilayah Desa setempat.
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026