Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 30 Juni 2026
Bupati Artha Tekankan Persoalan Sampah Adalah Masalah Bersama
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019
Sabtu, 23 Februari 2019,
08:52 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Masalah sampah adalah masalah yang sering dianggap sepele bagi sebagian orang, namun kenyataannya jika sampah tidak di kelola dengan baik akan berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan di masa yang akan datang.
[pilihan-redaksi]
Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, namun harus menggerakkan semua komponen. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha dalam sambutannya saat Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 bertempat di TPA Peh, Kaliakah, Jembrana, Jumat (22/2).
Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, namun harus menggerakkan semua komponen. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha dalam sambutannya saat Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 bertempat di TPA Peh, Kaliakah, Jembrana, Jumat (22/2).
Artha menambahkan penanganan sampah, harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. “Mulailah dengan memilah sampah rumah tangga, kemudian di tangani tingkat banjar, kelurahan/desa,” papar Artha.
Artha mencontohkan keberhasilan Desa Baluk, yang sudah mengelola sampahnya dengan mandiri. “Di Desa Baluk, pengelolaan sampahnya sudah sangat baik. Dan hasil akhirnya pun bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang bisa di jual. Hal tersebut harus menjadi contoh untuk semua desa dan kelurahan. Para Camat harus memonitor pelaksanaan pengelolaan sampah di semua desa dan kelurahan” imbuhnya.
[pilihan-redaksi2]
Lebih lanjut Artha mengusulkan kepada OPD terkait agar diadakan lomba kebersihan tingkat desa/kelurahan. “Dulu jika ada desa yang memiliki peringkat kotor/jorok maka akan diberikan bendera hitam sebagai pertanda bahwa desa tersebut jorok. Sedangkan desa yang bersih mendapat hadiah. Saya berharap hal tersebut bisa di laksanakan kembali, dan desa yang menang mendapatkan hadiah berupa truk pengangkut sampah” tambah Artha.
Lebih lanjut Artha mengusulkan kepada OPD terkait agar diadakan lomba kebersihan tingkat desa/kelurahan. “Dulu jika ada desa yang memiliki peringkat kotor/jorok maka akan diberikan bendera hitam sebagai pertanda bahwa desa tersebut jorok. Sedangkan desa yang bersih mendapat hadiah. Saya berharap hal tersebut bisa di laksanakan kembali, dan desa yang menang mendapatkan hadiah berupa truk pengangkut sampah” tambah Artha.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan bahwa Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019 dilaksanakan serentak di semua Kabupaten/Kota pada 22 Februari. Sudiarta nambahkan kegiatan diawali dengan gotong royong di sekitar TPA yang diikuti berbagai instansi, diadakan demontrasi pembuatan kompos dan pemilahan sampah.
Turut hadir pada acara tersebut, Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan, Dandim 1617 Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Wakapolres Jembrana Kompol Komang Budiarta, Ka Rutan Jembrana, Perwakilan Balai Riset dan Observasi Laut, kepala – kepala OPD Pemkab Jembrana, ASN Pemkab Jembrana, personel TNI dan Polri.(bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026