Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 2 Juli 2026
Klungkung Gelar Parade dan Lomba Ogoh-Ogoh Nyepi 1941
Minggu, 3 Maret 2019,
21:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Pemerintah Kabupaten menggelar Lomba Ogoh-ogoh antar Kecamatan se-Kabupaten Klungkung Tahun 2019 yang bertempat di Depan Monumen Puputan Klungkung di buka oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Minggu (3/3) dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1941.
[pilihan-redaksi]
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sangat mengapresiasi pelaksanaan Lomba dan parade ogoh-ogoh ini. Pihaknya berharap kegiatan lomba ini dapat meningkatkan kreativitas sekaa teruna dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya. Disamping itu kegiatan ini harus dijadikan momen untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar masyarakat Klungkung.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sangat mengapresiasi pelaksanaan Lomba dan parade ogoh-ogoh ini. Pihaknya berharap kegiatan lomba ini dapat meningkatkan kreativitas sekaa teruna dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya. Disamping itu kegiatan ini harus dijadikan momen untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar masyarakat Klungkung.
"Perlombaan ogoh-ogoh sepat hampir tidak dilaksanakan, tetapi kami yakin bahwa masyarakat Klungkung bisa membedakan mana tahun politik dan seni ogoh-ogoh serta bisa mengambil hikmah dari penampilan ogoh-ogoh" Ujar Bupati Suwirta
Bupati Suwirta juga mengimbau kepada seluruh warga untuk memaknai hari raya Nyepi dengan introspeksi diri dengan menjalankan Catur Berata Penyepian. “Semoga rangkaian Nyepi berjalan lancar, kondusif dan tercipta kedamain bagi kita semua" harapnya.
[pilihan-redaksi2]
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga I Nyoman Murdata mengatakan, setiap kecamatan mengusung dua peserta lomba, dan khusus Nusa Penida, hanya satu ogoh-ogoh. Adapun kriteria lomba ogoh-ogoh yakni para peserta diwajibkan menggunakan sarana alam, dari ulatan bambu, dan dilarang menggunakan tokoh pewayangan namun lebih pada sosok Raksasa, Bisaca, Denawa dan Detya dengan ketinggan ogoh-ogoh maksimal 6 meter dan lebar sanan maksimal 4-5 meter sesuai dengan kondisi lintasan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga I Nyoman Murdata mengatakan, setiap kecamatan mengusung dua peserta lomba, dan khusus Nusa Penida, hanya satu ogoh-ogoh. Adapun kriteria lomba ogoh-ogoh yakni para peserta diwajibkan menggunakan sarana alam, dari ulatan bambu, dan dilarang menggunakan tokoh pewayangan namun lebih pada sosok Raksasa, Bisaca, Denawa dan Detya dengan ketinggan ogoh-ogoh maksimal 6 meter dan lebar sanan maksimal 4-5 meter sesuai dengan kondisi lintasan.
"Kami tidak perkenankan menampilkan unsur seksual dan melarang pembuatan ogoh-ogoh yang bermuatan politik" ujar Murdata.
Adapun peserta lomba yang mewakilinya yakni, Kecamatan Banjarangkan yang diwakilkan oleh Desa Takmung dan Desa Aan, Kecamatan Klungkung yang diwakilkan oleh Desa Akah dan Desa Kamasan, Kecamatan Dawan yang diwakilkan oleh Desa Besan dan Desa Dawan Kelod, serta Kecamatan Nusa Penida yang di wakilkan oleh Desa Pajukutan. (bbn/humasklungkung/rob)
Berita Klungkung Terbaru
•
Berita Premium
Reporter: Humas Klungkung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026