Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 13 September 2026
Ngembak Geni, Krama Semate Tumpah Ruah Gelar Tradisi Mbed-Mbedan
Bawa Pesan Tarik Ulur Dalam Pengambilan Keputusan Sebuah Kewajaran
Jumat, 8 Maret 2019,
16:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Bagi warga di Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, kemeriahan tahun baru caka tidak hanya diluapkan saat pesta pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan sebelum Nyepi, tetapi juga pada Ngembak Geni melalui ritual Mbed-mbedan yang membawa pesan tarik ulur pendapat sebagai kewajaran.
[pilihan-redaksi]
Bagi warga di desa adat ini, begitu matahari menapakan sinarnya dari timur di hari ngembak geni, sehari setelah Nyepi seluruh warga sudah bergegas kumpul dengan berpakaian adat di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Semate, Jumat (8/3).
Bagi warga di desa adat ini, begitu matahari menapakan sinarnya dari timur di hari ngembak geni, sehari setelah Nyepi seluruh warga sudah bergegas kumpul dengan berpakaian adat di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Semate, Jumat (8/3).
Warga desa adat ini menggelar tradisi yang disebut Mbed-mbedan (tarik menarik). Tradisi yang tidak bedanya seperti olahraga tarik tambang ini sudah dilaksanakan dari turun temurun guna menjalin silahturahmi dan rasa persaudaraan antar warga setempat.
Sebelum tradisi dimulai, warga melaksanakan persembahyangan di pura dengan menghaturkan ketupat dan jajan bantal. Selanjutnya mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan siap untuk menggelar mbed-mbedan di depan pura.
Sebagai simbolis, untuk tahap pertama tali yang digunakan sebagai sarana mbed mbedan adalah "bun kalot". Tanaman merambat ini sebagai simbol saja. Setelah itu, dilanjutkan dengan tali tambang. Peserta mbed-mbedan pun bergilir, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga remaja (STT) dan Diiringi baleganjur.
Usai ‘tarik-tambang’, warga kembali masuk ke dalam pura. Dilanjutkan dengan makan bersama tipat bantal yang telah dihaturkan sebelumnya.
Menurut Bendesa Adat Semate, I Gede Suryadi tradisi ini sudah dimulai sejak Tahun Saka 1396 atau 1474 Masehi. Tradisi ini untuk mengingat kedatangan Rsi Mpu Bantas yang dahulu kala melakukan perjalanan ke kawasan tersebut. Di lokasi, sang Rsi bertemu dengan keturunan Mpu Gnijaya yang tak sependapat dengan raja yang berkuasa saat itu.
[pilihan-redaksi2]
Sang Rsi lalu menyarankan warga membuat tempat pemujaan karena kawasan tersebut angker. Karena tarik ulur dalam penentuan nama pura, Rsi Mpu Bantas lalu memberikan kahyangan ini nama Putih Semate. Kata putih diambil berdasarkan tempat ini banyak ditumbuhi kayu putih. Sedangkan Semate, karena krama berkomitmen untuk bersatu sehidup semati.
Sang Rsi lalu menyarankan warga membuat tempat pemujaan karena kawasan tersebut angker. Karena tarik ulur dalam penentuan nama pura, Rsi Mpu Bantas lalu memberikan kahyangan ini nama Putih Semate. Kata putih diambil berdasarkan tempat ini banyak ditumbuhi kayu putih. Sedangkan Semate, karena krama berkomitmen untuk bersatu sehidup semati.
"Tradisi ini bagi kami sangat penting dan menjadi warisan para pendahulu kami di Desa Semate, " katanya.
Sementara Bendesa Adat Abianbase, I Made Sunarta yang juga hadir dalam tradisi tersebut menilai tradisi ini penting dilestarikan guna meneladani persatuan para pendahulu. Termasuk dalam pengambilan keputusan, terkadang terjadi tarik ulur seperti tarik-menarik dalam Mbed-mbedan ini. (bbn/maw/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3366 Kali
02
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1495 Kali
03
04
05
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026