Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Homoseksual Cenderung Mengalami Kecemasan Realistis Hingga Neurosis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang homoseksual cenderung mengalami kecemasan realistis hingga reurosis. Kecemasan akibat perlakuan buruk orang lain, dimana homoseksual cenderung menjadi target perlakuan buruk karena dianggap menyimpang dari norma seharusnya.
[pilihan-redaksi]
Demikian teruangkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Kecemasan dan Mekanisme Pertahanan Diri pada Kaum Homoseksual” yang dipublikasikan dalam Jurnal Psikologi Mandala, Volume 2 nomor 2 tahun 2017.
Artikel ditulis oleh Anak Agung Gde Agung Angga Atmaja, Made Nyandra, dan Nyoman Trisna Aryanata dari Program Studi Psikologi Universitas Dhyana Pura.
Anak Agung Gde Agung Angga Atmaja dan kawan-kawan menuliskan homoseksual mengalami beberapa kecemasan, salah satunya kecemasan realistis.
[pilihan-redaksi2]
Kecemasan realistis merupakan kecemasan yang dikarenakan perlakuan buruk masyarakat terhadap diri mereka.
Kecemasan lainnya adalah moral dari kesadarannya telah menyimpang dari norma sosial yang ada dilingkungan.
Secara dasar merupakan ketakutan akan suara hati individu sendiri.
Disamping itu, mereka juga mengalami kecemasan neurosis dari kebingungan subjek pada orientasi seksualnya.
Kecemasan ini mempunyai dasar pada masa kecil, pada konflik antara pemuasan instingtual dan realitas.
Jadi kecemasan ini bersifat neurotik, kecemasan yang dipercaya dalam diri individu itu sendiri. [bbn/ Jurnal Psikologi Mandala/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1323 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1016 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 855 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik