Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Melintasi Bukit Sejauh 5 Km Menuju Sekolah, Murniasih Bercita-Cita Menjadi Guru
Jumat, 3 Mei 2019,
13:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Demi menggapai cita – cita sebagai seorang guru, Ni Ketut Murniasih (9), salah seorang siswi sekolah dasar nomor 6 Bugbug, Karangasem harus rela berjalan kaki menempuh jarak sejauh lima kilometer melintasi perbukitan untuk pergi ke sekolah.
[pilihan-redaksi]
Usaha siswi kelas tiga sekolah dasar ini terbilang sangat luar biasa, pasalnya selain menempuh jarak yang terbilang sangat jauh, putri keempat dari pasangan I Nengah Merta dan Ni Ketut Kantin ini juga sangat berani.
Usaha siswi kelas tiga sekolah dasar ini terbilang sangat luar biasa, pasalnya selain menempuh jarak yang terbilang sangat jauh, putri keempat dari pasangan I Nengah Merta dan Ni Ketut Kantin ini juga sangat berani.
Dalam perjalanannya menuruni lereng bukit Pejingan dari tempat tinggalnya menuju kesekolah bukan tanpa rintangan. Selain harus melewati jalan yang dihimpit jurang, jalan terjal berbatu juga harus dilaluinya. Tak sampai disana, Murniasih juga harus ekstra hati – hati karena hampir disepanjang jalan banyak berkeliaran monyet hutan.
Murniasih tinggal di satu rumah yang berada di atas Bukit Pejingan, wilayah Bugbug, Karangasem bersama kedua orang tuanya. Dalam memenuhi kebutuhan sehari–hari orang tua Murniasih hanya bergantung dari uang hasil penjualan ternak.
Meski demikian, di tengah himpitan ekonomi, kedua orang tuanya bertekad agar Murniasih bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi sehingga tidak putus sekolah seperti yang dialami oleh ketiga kakaknya.
“Kami tidak ingin putri kami putus sekolah seperti ketiga kakaknya, kami akan bekerja keras agar bisa menyekolahkan Murniasih hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” begitu kedua orang tua Murniasih.
Tentu di balik senyuman tulus dan lugunya, tak banyak orang menyangka seberapa berat perjuangan seorang anak perempuan berusia 9 tahun ini untuk mendapatkan pendidikan. Meski di tengah keterbatasan Murniasih tetap semangat dan membuktikan tekadnya dengan tidak pernah telat datang ke sekolah meskipun harus meniti jalan setapak berkilo – kilometer jauhnya.
[pilihan-redaksi2]
“Selama ini Murniasih tidak pernah datang terlambat bahkan ia selalu datang lebih awal dari siswa–siswa lainnya,” ungkap I Gustu Nyoman Dewi, Kepala Sekolah SD 6 Bugbug.
“Selama ini Murniasih tidak pernah datang terlambat bahkan ia selalu datang lebih awal dari siswa–siswa lainnya,” ungkap I Gustu Nyoman Dewi, Kepala Sekolah SD 6 Bugbug.
Sepulang sekolah, aktivitas Murniasih tidaklah seperti anak–anak sebayanya yang asik bermain. Begitu tiba di rumah, Murni tidak langsung tidur ataupun bermain, tetapi langsung membantu ibunya untuk mencari air yang berjarak cukup jauh dari rumahnya untuk keperluan minum, memasak dan mandi karena memang akses air PDAM tidak mampu mencapai lokasi rumahnya.
Setelah mencari air, barulah Murniasih memanfaatkan sisa waktu untuk mengerjakan PR sebelum matahari tenggelam karena jika malam hari Murni tidak bisa belajar lantaran tidak ada akses listrik di rumahnya. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5990 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2313 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026