Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 19 Agustus 2026
Pasca Dua Krama Subak Tewas Tertimbun, Desa Perean Tabanan Gelar Upakara
Kamis, 16 Mei 2019,
08:44 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Pasca musibah jebolnya jembatan penghubung Banjar Puseh dengan Banjar Bunyuh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, sepekan lalu yang merenggut dua korban jiwa krama Subak Palian, Desa Pakraman Puseh dan Subak Palian akan menggelar Pecaruan dan Guru Piduka di lokasi kejadian pada Sabtu 18 Mei 2019.
[pilihan-redaksi]
Suasana di lokasi kejadian sepi, tanah yang sempat ditarik krama subak masih belum rata. Tidak ada aktivitas apapun yang dilakukan pasca terjadi musibah menewaskan I Made Budi, (50) dan Ketut Sudana, (50) yang sama-sama warga Banjar Puseh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Suasana di lokasi kejadian sepi, tanah yang sempat ditarik krama subak masih belum rata. Tidak ada aktivitas apapun yang dilakukan pasca terjadi musibah menewaskan I Made Budi, (50) dan Ketut Sudana, (50) yang sama-sama warga Banjar Puseh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Kelian Dinas Banjar Puseh, I Nyoman Suda membenarkan upacara Pecaruan dan Guru Piduka akan digelar Sabtu mendatang bertepatan dengan Purnama. Hari itu dianggap hari baik untuk kembali untuk menetralisir segala sesuatu yang mencemari alam ini, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
"Benar, jam 10.00 wita rencananya mulai," ujarnya, Rabu, 15 Mei 2019.
Setelah kejadian tidak ada aktifitas kerja bakti karena masyarakat masih takut. Bahkan dari Desa Pakraman sendiri dan subak Palian sampai saat ini masih trauma. Sehingga proyek diminta diselesaikan di desa tidak melibatkan krama Desa Pakraman Puseh dan Subak Palian.
"Jadi masyarakat kami masih trauma sehingga pengerjaan selanjutnya diminta ke desa," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Perbekel desa Perean yang sudah purna tugas per tanggal 9 Mei 2019, I Nyoman Sunantra. Dikatakan, tragedi jembatan jebol yang terjadi Selasa, 7 Mei hingga menewaskan dua krama subak Palian masih membawa duka tersendiri bagi pihak desa.
[pilihan-redaksi2]
Warga pun kata Sunantra masih sedih mengingat peristiwa tersebut. Begitupun saat ditanya kelanjutan perbaikan jembatan penghubung dua banjar tersebut, Sunantra hanya mengatakan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan krama terlebih dahulu.
Warga pun kata Sunantra masih sedih mengingat peristiwa tersebut. Begitupun saat ditanya kelanjutan perbaikan jembatan penghubung dua banjar tersebut, Sunantra hanya mengatakan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan krama terlebih dahulu.
"Kita akan rapat dulu dengan krama, sabar ya kita masih sedikit sedih," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, dua krama Subak Palian tewas saat kerja bakti di Jembatan Banjar Puseh dengan Banjar Bunyuh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti Tabanan. Mereka adalah I Made Budi dan I Ketut Sudana. (bbn/tab/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4573 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2376 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2033 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1637 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026